Tag Archives: Philippe Coutinho

Liverpool vs Palace Sementara 1-1

Liverpool vs Palace Sementara 1-1

Liverpool vs Palace Sementara 1-1

Skor 1-1 menutup babak pertama laga antara Liverpool dan Crystal Palace. Liverpool unggul lebih dulu lewat Philippe Coutinho sebelum dibalas Christian Benteke.

Dalam pertandingan di Anfield, Minggu (23/4/2017) malam WIB, tak banyak peluang yang mampu diciptakan oleh kedua tim di babak pertama. Liverpool meski dominan kesulitan menembus jantung pertahanan Palace.

Peluang terbaik justru didapat Palace di menit ke-21. Benteke menggiring bola melewati pemain belakang Liverpool dan mendekati kotak penalti. Dia mencoba melepaskan tembakan, tapi masih melebar dari gawang.

Hanya berjarak tiga menit, Liverpool membuka keunggulan. Tendangan bebas Coutinho dari depan kotak penalti meluncur mulus melewati pagar betis pemain Palace dan tak mampu diantisipasi oleh Wayne Hennessey.

Palace baru bisa membalas di menit ke-42. Joel Ward mengirim umpan panjang ke arah Yohan Cabaye yang berlari di sisi kanan. Cabaye kemudian melepaskan umpan ke kotak penalti. Tanpa ampun, Benteke menyambar bola untuk menjebol gawang bekas klubnya itu.

Jelang turun minum, Benteke kembali mengancam gawang Liverpool. Namun kali ini tendangannya masih bisa diamankan Simon Mignolet.

Susunan Pemain

Liverpool: Mignolet; Clyne, Matip, Lovren, Milner; Wijnaldum, Lucas, Can; Firmino, Coutinho, Origi

Crystal Palace: Hennessey; Ward, Tomkins, Kelly, Schlupp; Cabaye, Milivojevic; Townsend, Puncheon, Zaha; Benteke

Cedera yang Membuat Klopp Hitung Ulang Peluang Juara

Cedera yang Membuat Klopp Hitung Ulang Peluang Juara

Cedera yang Membuat Klopp Hitung Ulang Peluang Juara

Juergen Klopp mengakui Liverpool kesulitan dalam persaingan perebutan gelar juara Premier League. Cederanya pemain secara bergantian menjadi alasan Klopp.

Para pemain Liverpool memang tak henti-hentinya diterpa cedera. Sadio Mane, Philippe Coutinho, Adam Lallana, dan Jordan Henderson harus beristirahat lama. Gegenpressing yang diterapkan Klopp disebut-sebut sebagai penyebabnya.

Maka, Klopp menyebut jika musim ini tak mematok target juara. Dia bilang bisa finis empat besar dan meraih tiket Liga Champions musim depan akan menjadi perolehan yang bisa diterima.

“Cedera membuat kami kesulitan menghadapi berbagai situasi. Saya pikir jika kami bisa menurunkan dua belas atau tiga belas pemain utama kami sepanjang musim maka kami hanya akan berjarak enam atau tujuh poin dari puncak klasemen,” ujar Klopp seperti dilansir Mirror.

“Ini bisa saja menjadi musim yang menarik, tetapi hal itu tidak penting lagi karena kami tidak boleh melihat ke belakang,” imbuh dia.

Selain masalah cedera, Klopp juga menyoroti mudahnya Liverpool kebobolan musim ini. The Reds sudah kemasukan 40 gol musim ini, menjadi tim paling sering kebobolan di antara lima tim teratas klasemen.

“Kami terlalu sering kebobolan. Sepanjang karier saya sebagai manajer, tim saya jarang kemasukan gol sebanyak ini. Kami akan segera memperbaikinya. Yang jelas ini bukan karena gaya bertahan kami,” ungkap Klopp.

Liverpool akan menjamu Crystal Palace dalam ujian terdekat. Laga itu akan dihelat di Anfield, Minggu (23/4/2017). Saat ini, The Reds menempati urutan ketiga di papan klasemen sementara dengan 66 poin, berjarak sembilan poin dari Chelsea yang ada di puncak tabel.

Mantan Striker Mahal The Reds Minta Liverpool Depak Coutinho

Mantan Striker Mahal The Reds Minta Liverpool Depak Coutinho

Mantan Striker Mahal The Reds Minta Liverpool Depak Coutinho

Mantan striker The Reds Stan Collymore meminta Liverpool menjual Philippe Coutinho karena dianggap tampil inkonsisten sepanjang musim ini.

Coutinho sebenarnya menjadi andalan Liverpool untuk lini depan. Ia kerap berkontribusi dalam mencetak gol. Sayangnya, kondisi itu tak terulang ketika dirinya pulih dari cedera bulan Januari lalu. Performanya kerap menurun dan ia sudah mulai jarang membobol gawang lawan.

Oleh karena itu, Collymore menyarankan kepada Liverpool untuk jangan terlalu bergantung pada sosok pemain asal Brasil itu. Liverpool dituntut segera mencari pemain depan baru yang bisa berkontribusi lebih untuk klub.

“Coutinho adalah pemain yang hanya bermain bagus dalam enam pertandingan dalam semusim,” tutur Collymore.
Liverpool memecahkan rekor transfer Liga Inggris saat mendatangkan Stan Collymore dari Notingham Forest dengan harga 8,5 juta poundsterling. pada 1995. Collymore bermain dua musim di Anfield sebelum dilepas ke Aston Villa pada 1997.

“Kita selalu bilang bahwa dia adalah sosok yang jenius yang bisa mencetak gol dan memiliki kreatifitas. Saya tahu ia sempat mengalami cedera namun saya tidak yakin Liverpool bisa menggantungkan diri kepadanya ketika ia masih tidak konsisten dari minggu ke minggu.”

Ketimbang Coutinho, Collymore mengatakan jika ada dua nama yang sebenarnya tampil bagus yaitu Adam Lallana dan Sadio Mane.

“Faktanya Lallana dan Mane bermain dengan bagus di bawah asuhan Klopp, jauh lebih baik daripada pemain brasil ini. Secara pribadi saya akan menjualnya pada harga yang tepat dan membeli pemain yang memiliki ketangguhan fisik seperti Mane di lini serang saya. Saya tahu ini kontroversial, namun Phil memang tidak konsisten.” tutup mantan penyerang The Reds tersebut.

Coutinho Anggap Ini Seperti Laga Final untuk Liverpool

Coutinho Anggap Ini Seperti Laga Final untuk Liverpool

Coutinho Anggap Ini Seperti Laga Final untuk Liverpool

Tersingkirnya Manchester City dari Liga Champions bukan berarti Liverpool akan diuntungkan. Philippe Coutinho menegaskan Liverpool wajib memenangi laga ini.

Liverpool akan menyambangi City di Stadion Etihad, Minggu (19/3/2017) malam WIB. The Citizens tidak mendapatkan modal positif setelah terdepak dari babak 16 besar Liga Champion dengan agregat 6-6 (kalah agresivitas gol tandang), menyusul kekalahan 1-3 di leg kedua.

Sebaliknya The Reds lebih bugar dan dalam mood yang bagus karena berhasil memenangi dua pertandingan liga beruntun; menundukkan Arsenal 3-1 dan Burnley 2-1.

Bagi City dan Liverpool, duel ini wajib dimenangi. Kedua tim masih bersaing untuk finis empat besar dan hanya terpaut satu angka saja di papan klasemen. Khusus bagi Liverpool, kekalahan akan mengancam misi mereka itu karena City masih punya satu pertandingan di tangan.

“Ini akan menjadi sebuah pertandingan yang sangat penting,” ungkap Coutinho di Mirror. “City adalah salah satu klub terbesar di Inggris, tidak diragukan lagi, dan sekarang kami bersaing dengan mereka untuk posisi dua di klasemen.”

“Kami harus memenanginya,” cetus gelandang Liverpool asal Brasil ini.

“Setelah tersingkir dari Liga Champions, City akan lebih fokus di Premier League. Jadi, kami harus siap. Bagi kami pertandingan ini seperti final karena kami harus mengalahkan mereka untuk menyalip mereka di papan klasemen. Itu target kami.”

Liverpool turut didukung rekor cemerlang melawan tim-tim enam besar di musim ini. Coutinho dkk. sukses mengalahkan Arsenal dua kali, sekali menang melawan City di Anfield, dan Tottenham Hotspur. Bahkan Liverpool mampu mengalahkan Chelsea di kandangnya, yang menjadikan mereka sebagai satu-satunya tim yang bisa menang di Stamford Bridge di musim ini.

“Kami tahu apa yang bisa kami lakukan. Ini adalah sebuah klub yang seharusnya berada di Liga Champions dan kami ingin berlaga di sana,” lugas Coutinho.

Liverpool Memimpin 2-0 atas Arsenal

Liverpool Memimpin 2-0 atas Arsenal

Liverpool Memimpin 2-0 atas Arsenal
Liverpool langsung bermain agresif dalam menekan selepas sepak mula untuk membuat Arsenal tak nyaman menguasai bola. Serangan awal Liverpool dari sisi kiri yang dipimpin Philippe Coutinho menjanjikan, tapi belum membuahkan ancaman ke gawang Arsenal.

Di menit ke-9, Liverpool memanfaatkan kelengahan Arsenal lewat serangan cepat. Bola dari Simon Mignolet langsung diarahkan ke depan dan diterima Coutinho, yang menyodorkannya ke Adam Lallana.

Oleh Lallana, bola diteruskan ke Sadio Mane di sisi kanan. Mane kemudian mengarahkan umpan silang ke dalam kotak penalti. Coutinho yang ada di jalur bola melepaskannya, sehingga diterima Roberto Firmino di tiang jauh. Firmino dengan dingin menaklukkan Petr Cech.

Arsenal mulai lebih berupaya mengontrol permainan usai kebobolan. Namun terus kerepotan keluar dari tekanan tuan rumah.

Liverpool hampir punya kesempatan menggandakan keunggulan di menit ke-24. Tapi Firmino dalam posisi offside ketika menerima umpan Mane dalam situasi serangan balik.

Dua menit berselang, Liverpool mengancam gawang Arsenal. Menerima umpan dari Wijnaldum, Coutinho melepaskan sepakan keras dari depan kotak penalti yang ditepis Cech dan berakhir tipis saja di atas mistar.

Sebuah upaya jarak jauh dari Granit Xhaka di menit ke-30 masih jauh dari sasaran. Sepuluh menit berselang, Arsenal kembali kemasukan.

Liverpool membangun serangan di sisi kiri. Firmino yang bergerak memotong ke tengah lantas mengoper ke Mane di sisi kanan yang tak terkawal dengan baik. Dia lalu melepaskan sepakan keras mendatar yang tak mampu dihentikan Cech.

Beberapa saat sebelum babak pertama berakhir, Liverpool punya kans unggul 3-0. Umpan Lallana membentur Shkodran Mustafi dan melambung ke belakang garis pertahanan Arsenal. Bola diterima Coutinho, tapi dia gagal menyonteknya melewati Cech dan justru mengarahkannya tepat ke kiper Arsenal itu.

Babak pertama berakhir, Liverpool 2-0 Arsenal.

Leicester Menang Bukan karena Tampil Oke

Leicester Menang Bukan karena Tampil Oke

Leicester Menang Bukan karena Tampil Oke

Leicester City menang 3-1 atas Liverpool. Jamie Carragher menilai tim berjuluk ‘Si Rubah’ itu mengalahkan The Reds dengan komitmennya, bukan taktik yang sip.

Leicester menjalani pertandingan pertama bersama manajer interim, Craig Shakespeare, yang ditunjuk sebagai pengganti Claudio Ranieri. Laga yang bergulir di King Power Stadium pada Selasa (28/2/2017) dinihari WIB itu diselesaikan Leicester dengan kemenangan 3-1 atas Liverpool.

Jamie Vardy mencetak dua gol dalam laga itu. Satu gol lain Si Rubah dicetak oleh Danny Drinkwater. Sementara satu-satunya gol The Reds dibuat oleh Philippe Coutinho.

Raihan tiga poin itu bukan hanya spesial bagi debut Shakespeare, namun juga pasukan Leicester. Hasil positif itu menjadi kemenangan dan terjadinya gol pertama di tahun 2017 untuk The Foxes–julukan Leicester.

Hasil itu sekaligus menjauhkan Leicester dari zona degradasi. Leicester naik ke posisi 15 dengan raihan 24 poin di pekan 26.

Sementara Liverpool tak beranjak dari posisi lima di tabel klasemen. Tim besutan Juergen Klopp itu mengoleksi 49 poin.

“Leicester tampil cukup brilian, sungguh mereka tampil oke malam ini. Mereka memenangkan pertandingan dengan penuh energi, membungkam suara sumbang publik, tampil brutal dan menunjukkan sebagai sebuah tim yang sulit buat lawan,” kata Carragher seperti dikutip Sky Sport.

“Namun itu bukan taktik, bukan karena mereka memiliki pemain yang oke. Ada sesuatu dalam tim mereka. Kita tidak melihat 11 pemain fantastis dalam pertandingan itu, tapi kita dipertontonkan sebuah tim dengan komitmen tinggi,” ucap dia.

Klopp Tak Mau Cari Alasan atas Kekalahan Liverpool

Klopp Tak Mau Cari Alasan atas Kekalahan Liverpool

Klopp Tak Mau Cari Alasan atas Kekalahan Liverpool

Liverpool tumbang di markas Leicester City. Manajer Liverpool Juergen Klopp mengakui tak ada alasan lain di balik kekalahan itu selain penampilan buruk timnya.

Liverpool pulang dengan kekalahan dari lawatannya ke King Power Stadium, Selasa (28/2/2017) dinihari WIB. The Reds menyerah 1-3 dari Leicester yang sedang berjuang menjauhi degradasi.

Dalam pertandingan tersebut, Liverpool sempat ketinggalan 0-3 setelah sebelumnya tertinggal dua gol di babak pertama. Tim tamu hanya mampu membalas lewat gol Philippe Coutinho di menit ke-68.

“Itu tidak cukup bagus di awal, tidak cukup bagus di tengah, dan tidak cukup bagus di akhir,” ujar Klopp dalam konferensi pers usai pertandingan.

Atas penampilan buruk di laga tersebut, ada anggapan bahwa Liverpool kehilangan ritme setelah tak bertanding cukup lama. Laga melawan Leicester merupakan pertandingan pertama Liverpool setelah tak bertanding selama 16 hari.

Laga terakhir mereka sebelum melawan Leicester adalah saat menang dari Tottenham Hotspur pada 12 Februari. Pekan lalu, Jordan Henderson dkk. tak bertanding karena sudah tersingkir dari Piala FA.

Tapi Klopp menampik anggapan tersebut. Manajer asal Jerman itu tak mau banyak beralasan atas kekalahan Liverpool.

“Saya tidak yakin, tapi satu tahun lalu kami bertanding setiap tiga hari dan kadang kami harus menggunakan ini sebagai alasan. Saya pikir lebih masuk akal untuk menggunakannya sebagai alasan karena ketika Anda mendapat cedera dan kemudian bertanding setiap tiga hari” ucap Klopp.

“Sekarang, 16 hari (tanpa pertandingan) tidak sempurna untuk ritme tapi untuk bertahan Anda tidak butuh ritme, untuk bertahan Anda butuh organisasi,” lanjutnya.

“Tertinggal 0-2 sama sekali tidak membantu, begitu juga dengan ketinggalan 0-3. Mungkin di akhir terlihat seperti beberapa pemain kesulitan dengan ritme tapi saya tidak ingin menggunakannya sebagai penjelasan atau alasan,” kata Klopp seperti dikutip dari situs resmi klub.