Tag Archives: Juergen Klopp

Cedera yang Membuat Klopp Hitung Ulang Peluang Juara

Cedera yang Membuat Klopp Hitung Ulang Peluang Juara

Cedera yang Membuat Klopp Hitung Ulang Peluang Juara

Juergen Klopp mengakui Liverpool kesulitan dalam persaingan perebutan gelar juara Premier League. Cederanya pemain secara bergantian menjadi alasan Klopp.

Para pemain Liverpool memang tak henti-hentinya diterpa cedera. Sadio Mane, Philippe Coutinho, Adam Lallana, dan Jordan Henderson harus beristirahat lama. Gegenpressing yang diterapkan Klopp disebut-sebut sebagai penyebabnya.

Maka, Klopp menyebut jika musim ini tak mematok target juara. Dia bilang bisa finis empat besar dan meraih tiket Liga Champions musim depan akan menjadi perolehan yang bisa diterima.

“Cedera membuat kami kesulitan menghadapi berbagai situasi. Saya pikir jika kami bisa menurunkan dua belas atau tiga belas pemain utama kami sepanjang musim maka kami hanya akan berjarak enam atau tujuh poin dari puncak klasemen,” ujar Klopp seperti dilansir Mirror.

“Ini bisa saja menjadi musim yang menarik, tetapi hal itu tidak penting lagi karena kami tidak boleh melihat ke belakang,” imbuh dia.

Selain masalah cedera, Klopp juga menyoroti mudahnya Liverpool kebobolan musim ini. The Reds sudah kemasukan 40 gol musim ini, menjadi tim paling sering kebobolan di antara lima tim teratas klasemen.

“Kami terlalu sering kebobolan. Sepanjang karier saya sebagai manajer, tim saya jarang kemasukan gol sebanyak ini. Kami akan segera memperbaikinya. Yang jelas ini bukan karena gaya bertahan kami,” ungkap Klopp.

Liverpool akan menjamu Crystal Palace dalam ujian terdekat. Laga itu akan dihelat di Anfield, Minggu (23/4/2017). Saat ini, The Reds menempati urutan ketiga di papan klasemen sementara dengan 66 poin, berjarak sembilan poin dari Chelsea yang ada di puncak tabel.

Liverpool Sudah Ditunggu Arsenal

Liverpool Sudah Ditunggu Arsenal

Liverpool Sudah Ditunggu Arsenal

Usai tahun baru, Liverpool jauh dari kata konsisten. Di tengah performa yang naik-turun, ujian lainnya menanti saat Arsenal tandang ke Anfield akhir pekan ini.

Penyakit inkonsistensi menghinggapi Liverpool usai pergantian tahun. Dari 12 pertandingan di semua kompetisi setelah tahun baru, ‘Si Merah’ hanya menang dua kali, imbang empat kali, dan kalah enam kali.

Terakhir, Liverpool tumbang di markas Leicester City dengan skor 1-3. Kekalahan tersebut membuat upaya Liverpool untuk menyodok ke tiga besar mendapat pukulan telak.

Sedang naik-turun, Liverpool akan kedatangan Arsenal di Premier League akhir pekan ini, Minggu (5/3/2017) dinihari WIB. Meski Liverpool punya catatan bagus melawan tim-tim papan atas, Juergen Klopp tetap akan menganalisis secara mendalam kekalahan dari Leicester demi respons positif saat melawan Arsenal.

“Kami punya satu minggu untuk mempersiapkan diri dan kami harus menunjukkan reaksi. Itulah yang harus kami lakukan,” ujar Klopp seperti dikutip dari Soccerway.

“Kami semua bermain untuk masa depan kami. Saya tidak mau terlalu serius tapi begitulah. Kami harus tampil beda. Kami bisa jauh lebih baik lagi, kami sudah pernah menunjukkannya. Tidak melakukannya terasa sangat mengecewakan.”

“Syukurlah kami tidak harus bertanding lagi besok. Setelah Anda menang dan kalah, Anda harus menganalisis, menunjukkan kepada anak-anak dan bereaksi lagi,” ucapnya.

Leicester Menang Bukan karena Tampil Oke

Leicester Menang Bukan karena Tampil Oke

Leicester Menang Bukan karena Tampil Oke

Leicester City menang 3-1 atas Liverpool. Jamie Carragher menilai tim berjuluk ‘Si Rubah’ itu mengalahkan The Reds dengan komitmennya, bukan taktik yang sip.

Leicester menjalani pertandingan pertama bersama manajer interim, Craig Shakespeare, yang ditunjuk sebagai pengganti Claudio Ranieri. Laga yang bergulir di King Power Stadium pada Selasa (28/2/2017) dinihari WIB itu diselesaikan Leicester dengan kemenangan 3-1 atas Liverpool.

Jamie Vardy mencetak dua gol dalam laga itu. Satu gol lain Si Rubah dicetak oleh Danny Drinkwater. Sementara satu-satunya gol The Reds dibuat oleh Philippe Coutinho.

Raihan tiga poin itu bukan hanya spesial bagi debut Shakespeare, namun juga pasukan Leicester. Hasil positif itu menjadi kemenangan dan terjadinya gol pertama di tahun 2017 untuk The Foxes–julukan Leicester.

Hasil itu sekaligus menjauhkan Leicester dari zona degradasi. Leicester naik ke posisi 15 dengan raihan 24 poin di pekan 26.

Sementara Liverpool tak beranjak dari posisi lima di tabel klasemen. Tim besutan Juergen Klopp itu mengoleksi 49 poin.

“Leicester tampil cukup brilian, sungguh mereka tampil oke malam ini. Mereka memenangkan pertandingan dengan penuh energi, membungkam suara sumbang publik, tampil brutal dan menunjukkan sebagai sebuah tim yang sulit buat lawan,” kata Carragher seperti dikutip Sky Sport.

“Namun itu bukan taktik, bukan karena mereka memiliki pemain yang oke. Ada sesuatu dalam tim mereka. Kita tidak melihat 11 pemain fantastis dalam pertandingan itu, tapi kita dipertontonkan sebuah tim dengan komitmen tinggi,” ucap dia.

Klopp Tak Mau Cari Alasan atas Kekalahan Liverpool

Klopp Tak Mau Cari Alasan atas Kekalahan Liverpool

Klopp Tak Mau Cari Alasan atas Kekalahan Liverpool

Liverpool tumbang di markas Leicester City. Manajer Liverpool Juergen Klopp mengakui tak ada alasan lain di balik kekalahan itu selain penampilan buruk timnya.

Liverpool pulang dengan kekalahan dari lawatannya ke King Power Stadium, Selasa (28/2/2017) dinihari WIB. The Reds menyerah 1-3 dari Leicester yang sedang berjuang menjauhi degradasi.

Dalam pertandingan tersebut, Liverpool sempat ketinggalan 0-3 setelah sebelumnya tertinggal dua gol di babak pertama. Tim tamu hanya mampu membalas lewat gol Philippe Coutinho di menit ke-68.

“Itu tidak cukup bagus di awal, tidak cukup bagus di tengah, dan tidak cukup bagus di akhir,” ujar Klopp dalam konferensi pers usai pertandingan.

Atas penampilan buruk di laga tersebut, ada anggapan bahwa Liverpool kehilangan ritme setelah tak bertanding cukup lama. Laga melawan Leicester merupakan pertandingan pertama Liverpool setelah tak bertanding selama 16 hari.

Laga terakhir mereka sebelum melawan Leicester adalah saat menang dari Tottenham Hotspur pada 12 Februari. Pekan lalu, Jordan Henderson dkk. tak bertanding karena sudah tersingkir dari Piala FA.

Tapi Klopp menampik anggapan tersebut. Manajer asal Jerman itu tak mau banyak beralasan atas kekalahan Liverpool.

“Saya tidak yakin, tapi satu tahun lalu kami bertanding setiap tiga hari dan kadang kami harus menggunakan ini sebagai alasan. Saya pikir lebih masuk akal untuk menggunakannya sebagai alasan karena ketika Anda mendapat cedera dan kemudian bertanding setiap tiga hari” ucap Klopp.

“Sekarang, 16 hari (tanpa pertandingan) tidak sempurna untuk ritme tapi untuk bertahan Anda tidak butuh ritme, untuk bertahan Anda butuh organisasi,” lanjutnya.

“Tertinggal 0-2 sama sekali tidak membantu, begitu juga dengan ketinggalan 0-3. Mungkin di akhir terlihat seperti beberapa pemain kesulitan dengan ritme tapi saya tidak ingin menggunakannya sebagai penjelasan atau alasan,” kata Klopp seperti dikutip dari situs resmi klub.

Klopp Siap Bantu Gerrard Jadi Manajer Hebat

Klopp Siap Bantu Gerrard Jadi Manajer HebatKlopp Siap Bantu Gerrard Jadi Manajer Hebat

Klopp Siap Bantu Gerrard Jadi Manajer HebatKlopp Siap Bantu Gerrard Jadi Manajer Hebat

Manajer Liverpool Juergen Klopp ikut senang dengan kembalinya Steven Gerrard. Klopp siap membantu mewujudkan ambisi Gerrard untuk menjadi seorang manajer hebat.

Gerrard, 36 tahun, memutuskan untuk pensiun sebagai pesepakbola belum lama ini. Dia gantung sepatu setelah kontraknya dengan Los Angeles Galaxy berakhir.

Tak lama setelah pensiun, Gerrard pulang ke Anfield. Dia mencapai kesepakatan dengan Liverpool untuk menjadi pelatih akademi di klub tersebut dan akan mulai bekerja pada bulan depan.

Posisi pelatih akademi The Reds akan menjadi awal dari upaya Gerrard untuk mewujudkan cita-citanya untuk menjadi seorang manajer. Sebagai orang yang lebih berpengalaman, Klopp siap membantu.

“Kami melakukan pembicaraan yang sangat panjang. Mungkin semua orang di ruangan ini lebih tahu daripada saya bahwa dia adalah orang yang mengagumkan,” ujar Klopp.

“Bagi saya, penting untuk tahu apa yang sebenarnya Steven inginkan, dan dia bilang dia ingin menjadi manajer di masa mendatang. Itu keren. Dari sisi saya, saya katakan bahwa saya akan melakukan semua yang saya bisa untuk membantu menjadikannya manajer terbaik. Saya siap untuk ini dan saya ingin melakukannya.”

“Kami bicara soal hal-hal berbeda, pilihan-pilihan yang berbeda, dan sekarang dia di akademi. Itu sangat bagus bagi kami sebagai sebuah klub dan saya pikir bagi dia itu sempurna karena menjadi manajer adalah pekerjaan yang harus Anda pelajari.

“Ketika seorang seperti Steven Gerrard — sosoknya saat jadi pemain, tapi terlebih lagi sebagai seorang pribadi — siap untuk mengambil langkah-langkah ini. Ini adalah kabar yang sangat bagus untuk sepakbola. Mengombinasikan pengalaman sebagai pemain dengan semua hal yang akan dia pelajari mulai sekarang, itu adalah masa depan yang cerah dan brilian,” tutur Klopp seperti dilansir situs resmi Liverpool.

Insiden Tidak Menyenangkan antara Mourinho dengan Klopp

Insiden Tidak Menyenangkan antara Mourinho dengan Klopp

Insiden Tidak Menyenangkan antara Mourinho dengan Klopp

Jose Mourinho dan Juergen Klopp terlihat beradu mulut di pinggir lapangan, saat Manchester United dan Liverpool seri 1-1 di Old Trafford, Minggu (15/1/2017).

Perselisihan kedua manajer itu dipicu oleh insiden yang melibatkan Ander Herrera dan Roberto Firmino di babak kedua. Diawali dengan tarikan kaus Herrera kepada Firmino, striker Liverpool itu lantas membalas dengan dorongan yang mengakibatkan lawannya tersungkur.

Atas insiden tersebut, wasit Mike Oliver mengganjar Herrera dan Firmino dengan kartu kuning. Di pinggir lapangan, Mourinho dan Klopp tak bisa mengendalikan emosinya sampai harus dipisahkan.

Kemudian manajer MU itu mengacungkan jempol kepada Klopp, tapi tak diacuhkan. Meskipun di akhir pertandingan, manajer Liverpool itu tetap bersalaman dengan Mourinho.

Usai pertandingan, Mourinho menjelaskan situasinya. “Dia (Klopp) mengira saya meminta agar pemainnya dikartu merah. Saya tidak kok. Tidak ada masalah sama sekali,” ungkap dia di Telegraph.

Di sisi lain, Klopp frustrasi karena Firmino dihukum. “Dia (Mourinho) menginginkan setidaknya kartu kuning. Saya tidak tahu,” kata eks pembesut Borussia Dortmund ini.

“Saya pikir wasit sudah meniupkan peluitnya sebelum semua hal lainnya terjadi. Roberto adalah pesepakbola sejati dan dia ingin tetap berada di dalam pertandingan. Dia bisa saja mengoper bolanya tapi Herrera kemudian dikartu kuning.

“Pada akhirnya, kartu kuning untuk Firmino yang ingin bermain sepakbola. Hal itu bisa saja lebih buruk kalau seseorang melihat kejadiannya lagi. Kami (Mourinho dan saya) tidak memiliki pendapat yang sama untuk insiden itu,” ujar Klopp.

Klopp Minta Penjelasan FIFA soal Status Matip

Klopp Minta Penjelasan FIFA soal Status Matip

Klopp Minta Penjelasan FIFA soal Status Matip

Gara-gara ketidakjelasan statusnya di Timnas Kamerun, Joel Matip tak bisa dimainkan saat menghadapi Manchester United. Manajer Liverpool Juergen Klopp meminta keterangan resmi dari FIFA terkait Matip.

Matip sebenarnya sudah direncanakan untuk bermain saat Liverpool melawat ke Old Trafford, Minggu (15/1/2017) malam WIB tadi. Itu bakal jadi laga perdana Matip setelah absen sebulan terakhir karena cedera engkel.

Usai pertandingan, Klopp pun mengeluhkan soal absennya Matip karena dia tak mau klub terkena sanksi FIFA jika tetap menurunkan si pemain. Pasalnya, Matip bersama enam pemain Kamerun lainnya dalam ancaman hukuman juga dari Federasi Sepakbola Kamerun karena menolak main di Piala Afrika.

Padahap sepengetahuan Klopp, Matip sudah memutuskan pensiun dari timnas pada tahun 2015 lalu.

“Setahu kami bahwa Joel sudah pensiun dari timnas dan kami, klub, sudah melakukan semaksimal mungkin untuk mencari kejelasan soal itu. Tapi sampai kami mendapat kepastian 100 persen soal statusnya, maka kami tidak bisa memainkannya,” ujar Klopp.

“Jujur saja ini sangat sulit dan bikin frustrasi. Dia sudah berlatih selama lima hari dan harusnya sudah bisa masuk skuat, kondisinya 100 persen, mungkin dia bakal bermain hari ini. Jadi rasa ini tidak adil,” sambungnya.

“Tapi kami tidak bisa melakukan apapun lagi dan masih menunggu keputusannya. Kami tidak mengambil risiko.”

“Tapi kami butuh jawaban secepatnya karena kami harus bermain lagi hari Rabu (melawan Plymouth di laga replay babak ketiga Piala FA) dan kemudian ada laga-laga lainnya lagi. Kami tidak bisa lama-lama menunggu.”

“Ini sudah terpublikasi, kami memang mengalami masalah ini dan bukan hanya kami yang mengalami ini,” tutup Klopp merujuk pada West Bromwich Albion yang tak bisa memainkan kompatriot Matip, Alan Nyom, karena masalah serupa.

Klopp: Kami Akan Balas di Anfield

Klopp

Klopp

Kendati kalah di leg pertama, manajer Liverpool Juergen Klopp optimistis dengan peluang timnya ke final. Tapi ‘Si Merah’ dituntut tampil lebih oke di Anfield.

Pada leg pertama Semifinal Piala Liga Inggris yang dihelat di St Mary’s, Kamis (12/1/2017) dinihari WIB, Liverpool tampil di bawah form terbaiknya dan harus mengakui keunggulan Southampton dengan skor 0-1.

Gol Nathan Redmond di menit ke-20 tak mampu dibalas anak-anak Merseyside Merah di sisa pertandingan. Performa buruk Liverpool jadi alasan mengapa kesulitan mengimbangi permainan Southampton.

Sepanjang 90 menit laga, Liverpool hanya bikin dua attempts on target dari total sembilan percobaan. Sementara Soton merepotkan Liverpool dengan membuat lima attempts on target dari total 10.

Dengan kondisi seperti ini, Liverpool tentu dalam posisi terjepit terkait peluang lolos ke babak final. The Reds harus menang minimal selisih dua gol sementara Soton hanya butuh hasil imbang.

Meski performa timnya sedang menurun selepas pergantian tahun, dua imbang dan satu kekalahan, Klopp yakin Liverpool akan membaik dan membalas Soton di leg kedua.

“Performa kami memang tidak bagus. Tapi peluang kami masih terbuka untuk lolos ke final,” ujar Klopp seperti dikutip Liverpool Echo.

“Untuk saat ini akan ada dua manajer yang kecewa usai pertandingan, yang satu kecewa karena timnya kalah dan tampil buruk, sementara yang lain kecewa karena hanya menang 1-0 untuk modal main di Anfield,” sambungnya.

“Kami akan balas. Laga akan berbeda nantinya, tim yang berbeda, dan segalanya akan berbeda di Anfield.”

“Bagi kami masih mungkin untuk tampil di Wembley dan itu adalah targetnya.”

“Itu satu-satunya yang bikin saya tenang. Hasil ketiga terbaik yang bisa Anda dapatkan. Jika tidak menang atau imbang, kalah 0-1 masih oke. Saya memang tidak menyukainya, tapi final masih memungkinkan,” tutup Klopp.

‘Liverpool Bisa Saja Kalah dengan Skor Lebih Besar’

'Liverpool Bisa Saja Kalah dengan Skor Lebih Besar'

'Liverpool Bisa Saja Kalah dengan Skor Lebih Besar'

Manajer Liverpool Juergen Klopp jelas tak puas melihat performa timnya saat menghadapi Southampton. The Reds disebut bisa saja kalah dengan skor lebih telak.

Melawat ke St Mary’s dalam leg pertama semifinal Piala Liga Inggris, Kamis (12/1/2017) dinihari WIB, Liverpool sebenarnya memulai dengan cukup baik ketika mereka menekan pertahanan Southampton.

Namun, begitu tuan rumah bisa bikin gol lewat Nathan Redmond di menit ke-20, Liverpool menurun drastis penampilannya dan lebih banyak ditekan oleh Southampton.

Jika bukan karena performa oke Loris Karius di bawah mistar yang mementahkan dua peluang bersih dari Redmond, Liverpool bisa saja kalah lebih telak.

Statistik pertandingan yang dikuasai Liverpool hanya soal penguasaan bola yang mencapai 64 persen. Tapi dalam hal percobaan ke gawang, Liverpool hanya bikin dua yang tepat sasaran dari total 9. Sementara, Soton bikin 10 attempts dengan lima mengarah ke sasaran.

“Tentu saja saya tidak senang. Pertandingan berubah total ketika mereka bikin gol dan kami seperti kehilangan gairah yang kami butuhkan,” ujar Klopp seperti dikutip BBC.

“Kami gugup saat mengoper dan saya tidak tahu kenapa. Kami terlalu mudah kehilangan bola dan kami butuh Loris Karius untuk menyelamatkan hidup kami dua atau tiga kali,” sambungnya.

“Kami tentu tidak senang dengan performa tadi, Southampton tentu tidak senang dengan hasilnya. Harusnya skor bisa 2-0, 3-0.”

“Saya sendiri tidak ingat apakah ada peluang bersih untuk kami,” tutupnya.

Liverpool akan gantian menjamu Southampton di Anfield pada 24 Januari mendatang.

Klopp: Sturridge Masih Penting untuk Liverpool

Sturridge Masih Penting untuk Liverpool

Sturridge Masih Penting untuk Liverpool

Daniel Sturridge kembali tampil dari bangku cadangan dalam Derby Merseyside. Juergen Klopp bersikukuh Sturridge masih punya peran penting bagi Liverpool meski kerap tampil dari bangku cadangan.

Sturridge bermain dari bangku cadangan dalam Derby Merseyside di Goodison Park, Selasa (20/12/2016) dinihari WIB. Meski tampil singkat, Sturridge memberikan kontribusi signifikan dalam laga itu.

Sturridge baru diturunkan di menit ke-82 menggantikan Divock Origi dalam laga yang berkesudahan 1-0 untuk kemenangan Liverpool tersebut. Satu-satunya gol diciptakan Sadio Mane di injury time.

Gol itu didapatkan dari serangan balik. Sturridge melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang tidak mampu dijangkau kiper everton, Joel Robles, tapi membentur tiang jauh. Mane segera menyambar dan menembakkan bola ke gawang. Kiper Everton Robles tak sanggup menghentikannya. Gol pun didapatkan Liverpool.

Klopp mengapresiasi penampilan Sturridge. Dia sekaligus mencoba meredakan spekulasi masa depan Sturridge.

“Seperti ini lho, kalian mempunyai Daniel Sturridge di bangku cadangan dan selalu berpikir, “Oke, saat tiba saatnya nanti kami dapat menurunkannya. Dia siap untuk momen itu,” kata Klopp.

“Memang tak biasa atau tidak wajar melihat dia musim ini setelah dua musim selalu berepran sebagai pemain yang sangat berpengaruh. Tapi, malam ini dia membantu banyak dalam laga yang sulit ini.

“Dia bisa menjadi pembeda dalam momen ini, tapi sangat penting kalau kami… Bukannya saya tak menghormati,┬ájangan salah mengerti, tapi seperti ini lho dalam pertandingan tadi kami seperti melakukan pemanasan di babak pertama. Dan saat itu cukup bagus karena pertandingan tak terlalu intens dan mereka sudah bekerja terlalu keras.

“Kemudian setelah memasuki babak kedua, mereka kelelahan. Ketika Danny masuk lapangan setelah menit ke-70, saat pertandingan berubah menjadi laga yang intens dan pertarungan yang sesungguhnya, dia masih cukup bugar. Bukankah itu keputusan yang bagus?” tutur Klopp.