Category Archives: Uefa

Ketika Empat Klub Terbaik Eropa Sudah Terpilih

Ketika Empat Klub Terbaik Eropa Sudah Terpilih

Ketika Empat Klub Terbaik Eropa Sudah Terpilih

Empat klub terbaik di Eropa sudah terpilih. Sore nanti nasib mereka akan ditentukan dalam drawing semifinal Liga Champions. Siapa bertemu siapa?

Empat klub terbaik tersebut adalah AS Monaco, Atletico Madrid, Juventus, dan Real Madrid. Mereka telah berhasil masuk babak semifinal setelah mengalahkan lawan-lawannya.

Di antara empat klub tersebut, Monaco adalah kejutan terbesar. Keberhasilan klub Liga Prancis itu masuk babak semifinal datang dari kontribusi besar yang diberikan Kylian Mbappe.

Sementara dari bursa taruhan, El Real berada di posisi teratas. Di belakangnya ada Madrid, Atletico, dan Monaco di urutan terakhir. Fakta ini sangat menarik karena jika akhirnya jadi kenyataan maka Madrid bakal jadi klub pertama yang sukses mempertahankan gelar juara Liga Champions.

Tapi siapa yang nantinya akan jadi juara akan sangat ditentukan sore nanti, saat digelar drawing semifinal Liga Champions. Pengundian akan dilakukan di markas UEFA yang terletak di Nyon, Swiss, pukul 18.00 WIB.

Menggunakan sistem pengundian terbuka, apapun bisa terjadi di pengundian ini. Termasuk jika Madrid dan Juventus harus berhadapan, yang bisa dianggap final kepagian.

Skenario lain yang terjadi adalah Derby Madrid. Ini merupakan ulangan final musim lalu. Atau jika terjadi sebaliknya, Madrid dan Atletico malah bisa kembali berhadapan di babak final.

Leg pertama babak semifinal akan dilangsungkan pada Selasa (2/5) dan Rabu (3/5) waktu setempat. Nama klub yang nantinya disebut pertama akan menjadi tuan rumah di leg pertama.

Di event tersebut juga akan dilakukan pengundian untuk menentukan apakah pemenang semifinal 1 atau semifinal 2 yang bakal menyandang status tuan rumah di partai final. Ini lebih untuk keperluan administratif. Setelah itu gantian dilangsungkan pengundian Liga Europa.

Shaw Sudah Bikin Mourinho Terkesan

Shaw Sudah Bikin Mourinho Terkesan

Shaw Sudah Bikin Mourinho Terkesan

Luke Shaw memainkan 30 menit akhir pertandingan teranyar Manchester United dengan kram. Semangat dan daya juangnya itu sudah membuat Jose Mourinho terkesan.

MU menang 2-1 atas Anderlecht lewat perpanjangan waktu di Old Trafford, Jumat (21/4/2017) dinihari WIB, untuk memastikan tiket semifinal Liga Europa dengan keunggulan agregat 3-2.

Di laga itu Shaw bermain penuh sepanjang 120 menit padahal, kata Mourinho, bek kiri The Red Devils tersebut sempat hampir digantikan di menit ke-90 akibat kram.

Yang lantas membuat Mourinho terkesan adalah ketika itu Shaw memperlihatkan semangat dan daya juangnya dengan menegaskan kesiapan tetap dimainkan. Mourinho menyatakan sikap-sikap macam itulah yang membuat dirinya tetap terus memainkan Marcus Rashford kendatipun penyerangnya itu sempat melewati masa-masa paceklik.

“Saya senantiasa percaya pada pemain-pemain dengan mentalitas spesial. Selalu percaya,” kata Mourinho seperti dilansir Sky Sports.

“Hari ini Luke Shaw melakukan sesuatu yang baru, yang sangat berarti buat saya. Setelah 90 menit ia merasa kram. Saat itu saya belum tahu harus mengganti Zlatan (Ibrahimovic yang cedera). Ashley Young sudah siap masuk dan ia (Shaw) bilang kepada saya, ‘Saya siap main 30 menit lagi walaupun kram, tak masalah. Kalau Anda ingin melakukan pergantian pemain di sektor lain, saya siap terus main’,” beber Mourinho menirukan ucapan Shaw saat itu.

“Hal-hal macam inilah yang membuat saya percaya pada para pemain. Memang ada aspek teknik, tapi mentalitas adalah alasan mengapa saya terus memainkan Rashford,” lanjutnya.

Rashford tidak mampu mencetak satu gol pun sepanjang bulan Maret. Tapi bulan April ini ia sudah membuat tiga gol, salah satunya gol penentu ke gawang Anderlecht dinihari tadi — Rashford juga mencatat assist pada gol pertama MU di laga itu.

Roma Tetap Tersingkir Meski Menang 2-1 atas Lyon

Roma Tetap Tersingkir Meski Menang 2-1 atas Lyon
Roma Tetap Tersingkir Meski Menang 2-1 atas Lyon
Enam menit laga berjalan, Roma langsung menebar ancaman. Dari sepak pojok, umpan lambung Daniele De Rossi ditanduk Kostas Manolas di sisi kanan ke depan gawang.

Enam menit berselang, Roma kembali mengancam. Bruno Peres melepaskan umpan terobosan dan diterima Salah, hanya saja sontekannya bisa dihalau Lopes.

Sebuah percobaan dari Edin Dzeko tak lama berselang cuma berakhir menyamping di kanan gawang Lyon.

Peluang pertama Lyon di menit ke-16 justru langsung berbuah gol. Dari tendangan bebas di kanan, umpan lambung Mathieu Valbuena disambar sundulan Mouctar Diakhaby yang tak terkawal dengan baik.

Tapi Roma langsung merespons semenit kemudian. Mendapatkan tendangan bebas di sisi kiri, umpan lambung De Rossi yang jatuh di tiang jauh dicocor Kevin Strootman ke dalam gawang.

Radja Nainggolan melepaskan dua percobaan di menit ke-29 dam 31. Tapi belum menemui sasaran dan sama-sama melebar ke kiri gawang.

Di penghujung babak pertama, Roma mendapatkan peluang melalui tendangan Dzeko. Namun bisa dipatahkan Lopes. Babak pertama berakhir sama kuat 1-1.

Semenit kemudian giliran Ruediger menyambut bola umpan silang, tapi melebar. Upaya Bruno Peres di menit ke-54 masih bisa diamankan kiper.

Upaya balasan dari Lyon lewat Valbuena tak lama berselang masih jauh dari gawang Roma.

Tiga menit kemudian, Roma membuang sebuah peluang berharga. El Shaarawy menerima umpan di sisi kanan dan melewati satu pemain, sebelum kemudian melepaskan sepakan mendatar yang cuma berakhir tipis di sisi kiri gawang.
Di menit ke-77, sepakan Tolisso dari luar kotak penalti nyaris mengubah skor. Namun Alisson Becker dengan cemerlang menepis bola.

Sebuah sepakan dari El Shaarawy menyambut bola liar di menit ke-88 cuma melambung. Sementara sundulan Dzeko di menit ke-92 tipis saja di atas mistar gawang.

Tak lama kemudian, Lyon nyaris menjebol gawang Roma dalam situasi serangan balik. Nabil Fekir melewati dua pemain dan tinggal menghadapi kiper, namun sepakannya bisa diantisipasi Alisson. Laga berakhir tanpa ada gol lain.

Monaco Ingin Hadapi Leicester

Monaco Ingin Hadapi Leicester

Monaco Ingin Hadapi Leicester

AS Monaco sudah lolos ke perempatfinal Liga Champions. Kini mereka berharap bertemu dengan Leicester City demi membela sang mantan pelatih, Claudio Ranieri.

Monaco lolos ke perempatfinal Liga Champions usai menyingkirkan Manchester City. Agregat dalam dua pertemuan memang 6-6, namun Monaco unggul gol tandang karena mencetak tiga gol kala melawat ke Etihad Stadium di leg pertama.

Skuat besutan Leonardo Jardim membalikkan ketertinggalan 3-5 dengan kemenangan meyakinkan 3-1 pada leg kedua di Stade Louis II, Kamis (16/3/2017) kemarin. Tanpa dua pemain kunci yakni Radamel Falcao dan Kamil Glik, Monaco bermain impresif dan membuat City teredam khususnya sepanjang babak pertama.

“Kemenangan itu luar biasa. Kami harus menang dan melakukannya dengan cara yang mantap,” kata bek Monaco Andrea Raggi.

“Kami layak mendapatkan kemenangan besar dan itulah hal terpentingnya, terutama jika Anda mempertimbangkan bahwa kami kehilangan Radamel Falcao dan Kamil Glik.”

“Antara leg pertama dan kedua, saya hampir tak membiarkan Sergio Aguero melihat bola,” ujarnya kepada Radio Kiss Kiss dikutip Football Italia.

Di perempatfinal, Raggi berharap bisa bertemu Leicester. Salah satu misinya adalah membalas perlakuan wakil Inggris itu terhadap Ranieri, yang dipecat di pertengahan musim ini.

Sebelum ke Leicester, Ranieri memang lebih dulu menangani Monaco. Selama dua musim, pria Italia itu membawa Monaco juara di divisi dua dan promosi, kemudian finis kedua di Ligue 1 yang merupakan divisi teratas. Ranieri dan Monaco sepakat berpisah jalan setelah kontraknya habis.

Pemecatan Ranieri oleh Leicester sendiri amat disorot karena Ranieri sudah sangat berjasa mengantarkan mereka juara Premier League musim lalu. Dia dinilai pantas diberikan waktu lebih untuk mengangkat performa tim di liga musim ini, yang memang sempat amat buruk.

“Saya ingin menghadapi Leicester di perempatfinal. Itu akan jadi sebuah tantangan yang menyenangkan, tapi saya juga mau membalas dendam untuk Ranieri, yang kemarin mengirimkan sebuah pesan indah berisi ucapan selamat kepada saya,” tandas Raggi.

Undian perempatfinal Liga Champions akan berlangsung Jumat (17/3/2017) malam WIB.

Atletico Lawan Leverkusen Sementara 0-0

Atletico Lawan Leverkusen Sementara 0-0

Atletico Lawan Leverkusen Sementara 0-0

Babak I laga leg 2 babak 16 besar Liga Champions antara Atletico Madrid melawan Bayer Leverkusen sudah kelar. Untuk sementara skornya masih 0-0.

Bermain di Vicente Calderon, Kamis (16/3/2017) dini hari WIB, Leverkusen yang harus mengejar ketertinggalan langsung tampil menekan. Kevin Volland tak bisa memanfaatkan peluang bola sodoran Kevin Kampl. Sepakan Volland masih menyamping.

Atletico membalas di menit 11. Peluang itu merupakan buah dari umpan tendangan sudut Koke. Sundulan Jose Gimenez masih melambung di atas mistar gawang tim tamu.

Chicharito melewatkan peluang di menit 21. Bola sepakannya meneruskan umpan Julian Brandt masih belum berbuah untuk Leverkusen karena masih melesat.

Atletico melewatkan peluang lagi di menit 24. Koke yang sudah berdiri bebas di dalam kotak penalti Leverkusen, menendang bola melambung.

Usaha Leverkusen menekan lewat Julian Baumgartlinger juga masih belum membuahkan hasil. Dia melepaskan sepakan dari luar kotak penalti di menit 27.

Di menit 38, giliran Angel Correa yang melewatkan peluang. Bola eksekusinya masih bisa ditepis oleh kiper Atletico, Bernd Leno.

Leno membuat penyelamatan lagi di menit 40. Dia menepis sepakan jarak jauh dari Koke, hingga cuma menghasilkan tendangan sudut.

Di sisa pertandingan tak ada gol yang tercipta. Skor 0-0 saat turun minum.

Monaco Sementara Ungguli City 2-0

Monaco Sementara Ungguli City 2-0

Monaco Sementara Ungguli City 2-0

Saat jalannya pertandingan Monaco langsung berupaya tampil menyerang dan agresif selepas sepak mula. Di menit ke-7, tuan rumah langsung mendapatkan peluang lewat sepakan Kylian Mbappe yang dihalau Willy Caballero.

Semenit berselang, City kebobolan. Sepakan Benjamin Mendy di sisi kiri di dalam kotak penalti mulanya diblok John Stones.

Bola pantulan lantas diambil Bernardo Silva, yang mengarahkan umpan datar ke depan gawang. Umpannya kemudian disontek Mbappe melewati kedua kaki Caballero dan berbuah gol.

City cukup kesulitan mengembangkan permainan. Sementara intensitas tinggi Monaco membuat mereka makin kewalahan.

Di menit ke-16, Monaco kembali mengoyak gawang City lewat Mbappe. Tapi hakim garis sudah lebih dulu mengangkat bendera tanda offside, ketika Mbappe menerima umpan Fabinho.

City yang biasanya menguasai permainan lewat penguasaan bola kali ini tak bisa menerapkan gaya tersebut. Monaco selalu bisa merebut penguasaan dan memainkan bola.

Di menit ke-29, Monaco mencetak gol kedua. Umpan silang Mendy disambar Fabinho di tengah kotak penalti yang tak terkawal.

Monaco kembali membangun serangan di menit ke-39. Kali ini sepakan Fabinho terblok oleh Kolarov.

Sampai babak pertama usai, City tak berhasil mengancam gawang Monaco. Tim tamu bahkan belum mencatatkan satupun percobaan.

Bruno Genesio Anggap Roma Masih Menjadi yang Favorit

Bruno Genesio Anggap Roma Masih Menjadi yang Favorit

Bruno Genesio Anggap Roma Masih Menjadi yang Favorit

Kemenangan atas AS Roma di leg pertama babak 16 besar tak membuat Olympique Lyon jemawa. Masih ada 90 menit yang harus dilewati Lyon sebelum benar-benar dipastikan lolos ke perempatfinal.

Lyon mendapat hasil positif dari laga leg pertama babak 16 besar Liga Europa pekan lalu. Bermain di kandang sendiri, Lyon memetik kemenangan 4-2 atas Roma.

Lyon akan gantian melawat ke Stadion Olimpico di leg kedua, Jumat (17/3/2017) dinihari WIB. Menghadapi Roma di kandangnya, Lyon diingatkan untuk tetap waspada.

Pelatih Lyon Bruno Genesio menilai Roma masih merupakan tim favorit untuk menjuarai Liga Europa. Untuk meredam I Lupi, Lyon diminta tak cuma oke dalam bertahan, tapi juga mematikan saat menyerang.

“Saya tidak menduga kami datang ke Stadion Olimpico dengan keunggulan ini, tapi pada akhirnya itu semua relatif. Kami tahu ini akan jadi laga berat, kami punya leg pertama yang sangat bagus, tapi masih ada 90 menit lagi,” ujar Genesio seperti dikutip dari Football Italia.

“Kami tumbuh, kompetisi Eropa membantu membawa kematangan, tapi Roma adalah salah satu favorit untuk trofi ini, mereka ingin melaju, tapi begitu juga dengan kami.”

“Yang penting adalah seimbang. Kami harus bertahan dengan baik, karena Roma akan menekan kami. Roma tim yang sangat kuat, yang terbaik kedua di Italia, jadi mereka ada di antara favorit di Liga Europa. Kami punya kepercayaan diri, tapi juga harus rendah hati,” lanjutnya.

“Bermain dengan keyakinan, tapi juga tidak jemawa dan fokus, karena kami tidak tahu kesulitan apa yang akan kami hadapi. Saya kira Roma akan bermain dalam tempo tinggi dan menekan, jadi kami harus siap merespons dan melukai mereka dengan penyerang-penyerang kami.”

Fellaini AnggapLawan Rostov di Old Trafford Bakal Berbeda

Fellaini AnggapLawan Rostov di Old Trafford Bakal Berbeda

Fellaini AnggapLawan Rostov di Old Trafford Bakal Berbeda

Manchester United akan menjamu Rostov di lanjutan Liga Europa. Dengan digelar dengan kondisi lapangan yang lebih baik, laga disebut akan berjalan berbeda.

Pertandingan leg 2 babak 16 besar Liga Europa antara MU melawan Rostov akan berlangsung di Old Trafford, Jumat (17/3/2017) dini hari WIB. MU mempunyai keunggulan gol tandang menatap laga itu karena menyudahi leg 1 dengan skor imbang 1-1.

Di laga pekan lalu, MU mengeluhkan kondisi lapangan di markas Rostov. Dengan lapangan Old Trafford yang lebih bagus, penggawa ‘Setan Merah’, Marouane Fellaini, bilang bahwa laga akan jauh berbeda. Apalagi MU mendapatkan dukungan penuh dari para suporternya.

“Itu sulit, tapi kami bisa memainkan laga di sana dan merupakan hasil akhir yang bagus buat kami; sekarang akan benar-benar berbeda,” kata Fellaini di situs resmi MU.

“Kami bermain di Old Trafford, di atas lapangan yang bagus dan suporter mendukung kami. Jadi, kami merasa percaya diri,” tambahnya.

MU tinggal membutuhkan hasil imbang 0-0 untuk lolos ke babak perempatfinal Liga Europa. MU sedang dalam laju tak terkalahkan saat melakoni laga di kandang. Terakhir kali mereka kalah di Old Traford terjadi pada laga melawan Manchester City di bulan September tahun lalu.

Spalletti Yakin Roma Bisa Tekan Kesalahan

Spalletti Yakin Roma Bisa Tekan Kesalahan

Spalletti Yakin Roma Bisa Tekan Kesalahan

Luciano Spalletti yakin AS Roma sudah belajar dari kesalahan-kesalahan sebelumnya. Dia percaya para pemainnya bakal mengeksekusi permainan dengan tepat.

Roma dalam posisi tertinggal 2-4 dari Lyon menatap leg kedua babak 16 besar Liga Europa, Jumat (17/3/2017) dinihari WIB, di Olimpico. Roma butuh kemenangan 2-0 atau 3-1, atau skor lain dengan selisih tiga gol, untuk lolos ke perempatfinal.

Anak-anak Ibukota Italia sejatinya sempat dalam posisi sangat bagus di partai pertama. Roma sempat unggul 2-1, sebelum performanya merosot di babak kedua dan kebobolan tiga gol.

Spalletti menyoroti mentalitas para pemainnya usai laga tersebut. Dia menilai Roma gagal menunjukkan respons yang tepat, yang dia yakin tak akan terulang di laga nanti.

“Kami akan menghadapinya dengan mempertimbangkan apa yang terjadi di leg pertama dan bertindak menurut hasil yang kami butuhkan,” katanya dikutip Football Italia.

“Saya melihat kami melakukan banyak hal dengan baik, hal-hal yang mana sebelumnya tidak perlu kami pertimbangkan dan poles.”

“Para pemain saya sangat matang dan mereka akan membuat analisis yang tepat dan bertindak sesuai hal tersebut. Kami akan perlu sesuatu yang lebih besok, kami tidak bisa membiarkan lebih banyak kesalahan pengambilan keputusan lagi.”

“Kami punya hasil yang merugikan, tapi kami harus melihatnya dalam sisi yang pas. Kalau kemarin kami kalah 0-1, maka kami bakal tetap perlu mencetak dua gol. Jadi begitulah jalannya,” imbuhnya.

Kartu Merah di Dua Pertemuan Berpengaruh Besar

Kartu Merah di Dua Pertemuan Berpengaruh Besar

Kartu Merah di Dua Pertemuan Berpengaruh Besar

Dalam dua pertemuan dengan Juventus, Porto selalu dihukum kartu merah. Hal itu diakui amat berperan menghabisi peluang Porto untuk lolos.

Porto dipastikan terhenti di babak 16 besar Liga Champions usai takluk 0-1 dari Juve di Juventus Stadium, Rabu (15/3/2017) dinihari WIB. Satu-satunya gol Juve dicetak Paulo Dybala lewat titik putih pada menit ke-42.

Hasil itu membuat langkah Porto setop, kalah dengan agregat 0-3 dalam dua laga. Dua kartu merah di dua pertemuan itu memegang peran kunci dalam hasil ini.

Pada pertemuan pertama di markas sendiri, Porto sudah bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-27 menyusul diusirnya Alex Telles. Juve lantas mencetak gol di menit ke-72 dan 74. Sementara di laga kedua tadi, Porto kehilangan Maxi Pereira di menit ke-40.

Pelatih Porto Nuno Espirito Santo menilai timnya masih mampu membendung Juve sebelum kehilangan Pereira. Tapi setelah itu kesulitan menjaga level permainan.

“Tak diragukan lagi dua kartu merah memegang pengaruh besar. Malam ini kami menampilkan permainan yang bagus dan sempat konsisten di pertahanan,” kata Santo dikutip Football Italia.

“Kami ingin mencetak dua gol dan tim sudah berusaha dengan baik. Kami tidak kepayahan sampai dengan munculnya kartu merah dan siapa yang tahu bagaimana laganya bakal berjalan kalau kami bisa bermain 11 lawan 11.”

“Terima kasih untuk semua penggemar yang mendukung kami. Kami melakukan semua yang bisa kami lakukan dalam situasi yang ada. Saya tak tahu apakah kami sepatutnya bisa mencetak tiga di sini malam ini, tapi Juve menjaga penguasaan bola dan kami dituntut untuk konsisten di lini tengah,” tambahnya.