Category Archives: Liga Spanyol

Persembahan Barcelona untuk Messi dan Golnya yang ke-500

Persembahan Barcelona untuk Messi dan Golnya yang ke-500

Persembahan Barcelona untuk Messi dan Golnya yang ke-500

Lionel Messi sudah mengoleksi 500 gol untuk Barcelona sampai saat ini. El Barca memberikan persembahan khusus pada La Pulga atas capaian fenomenalnya itu.

Laga El Clasico di Santiago Bernabeu pada Senin (24/4/2017) dinihari WIB, jadi hari yang spesial bagi Messi. Selain membawa Barcelona menang 3-2 lewat sumbangan dua gol, yang salah satunya di masa injury time, dia juga mengukir rekor sendiri.

Messi saat ini sudah membukukan 500 gol untuk Barcelona di laga resmi. Torehan yang dia buat dalam waktu 12 tahun sejak gol debutnya lahir pada 1 Mei 2005.

Di momen tersebut Barca memberi penghormatan untuk Messi dengan memuat ulang gol debut pria asal Argentina. Tujuannya terlihat seperti Blaugrana ingin membuka ingatan para pecinta sepakbola dengan momen pertama Messi ketimbang dengan gol ke-500.

Gol perdana Messi itu tercipta saat dirinya baru berusia 17 tahun 10 bulan 7 hari saat menghadapi Albacete di Camp Nou. Di laga itu La Pulga masuk di menit ke-41 menggantikan Samuel Eto’o.

Di menit ke-44, Messi sempat merobek gawang Albacete setelah menerima umpan Ronaldinho, namun dianulir wasit lantaran dirinya sudah dalam posisi offside.

Nasib baik menaungi Messi kala itu. Di masa injury time, dia akhirnya bisa melesakkan gol lewat asisst Ronaldinho. Dalam perayaan gol itu, Messi digendong oleh Ronaldinho yang terlihat senang dengan pencapaian seniornya tersebut. Barca pun menang 2-0 di laga itu.

Berikut ini video persembahan Barcelona pada Messi yang sudah membuat 500 gol dalam seragam Blaugrana.

Barcelona Berlari Lebih Banyak dari Madrid di Santiago Bernabeu

Barcelona Berlari Lebih Banyak dari Madrid di Santiago Bernabeu

Barcelona Berlari Lebih Banyak dari Madrid di Santiago Bernabeu

Sah menyebut Barcelona bekerja lebih keras dibandingkan Real Madrid di El Clasico lalu. Itu terlihat dari jarak yang ditempuh Blaugrana sepanjang pertandingan.

Barca sukses membungkam Madrid di Santiago Bernabeu, Senin (24/4/2017) dinihari WIB kemarin, dengan skor 3-2. Kemenangan itu sekaligus membuat persaingan gelar juara Liga Spanyol lebih terbuka.

Dalam kemenangan itu, Barca tercatat berlari lebih banyak ketimbang tuan rumah. Marca melansir bahwa skuat Luis Enrique menempuh hingga 105,46 km, sementara Madrid cuma 98,75 km atau selisihnya hampir tujuh km.

Kartu merah yang diterima Sergio Ramos di menit ke-77 memang sedikit-banyak memegang peran di catatan ini. Tapi para pemain Barca memang menunjukkan diri ingin mendapatkan hasil maksimal di partai ini.

Enam pemain Barca berlari lebih dari 10 km di laga ini. Yang tertinggi adalah Sergi Roberto, yang bahkan menembus batas 12 km.

Sergi pula yang berperan besar dalam terciptanya gol kemenangan Barca di masa injury time. Dia melakukan solo run dari lini belakang hingga sepertiga akhir, yang memulai proses terjadinya gol penentu dari Lionel Messi.

Ivan Rakitic dan Jordi Alba berlari lebih dari 11 km. Sementara Sergio Busquets, Gerard Pique, dan Andres Iniesta mencakup jarak 10 km.

Sebagai perbandingan, Madrid cuma punya dua pemain yang menempuh jarak hingga 10 km. Mereka adalah Toni Kroos dan Dani Carvajal.

Milan Ditumbangkan Empoli di San Siro

Milan Ditumbangkan Empoli di San Siro

Milan Ditumbangkan Empoli di San Siro

Milan relatif menguasai jalannya laga dan mengendalikan permainan. Tuan rumah mendapat peluang melalui sundulan Gabriel Paletta yang meneruskan sebuah sepak pojok. Tapi sundulan Paletta masih mengarah ke Lukasz Skorupski.

Tak lama berselang, giliran Empoli yang mengancam gawang Milan. Backpass Cristian Zapata kepada Gianluigi Donnarumma terlalu lemah dari Omar El Kaddouri berusaha untuk memanfaatkannya. Namun Donnarumma dengan sigap meninggalkan posisinya untuk menghalau bola.

Meski lebih banyak menyerang, Milan justru kebobolan lebih dulu. Empoli memaksimalkan sebuah tendangan bebas untuk menjebol gawang Milan di menit ke-40. Levan Mchedlidze yang mencatatkan namanya di papan skor setelah meneruskan sepak pojok El Kaddouri.

Di babak kedua, Milan yang tertinggal mengambil inisiatif untuk menekan. Gianluca Lapadula mencoba melepaskan tembakan dari muka kotak penalti, namun bola masih bisa diamankan oleh Skorupski.

Milan mendapat peluang emas untuk menyamakan kedudukan di menit ke-59 setelah mendapatkan hadiah penalti. Wasit menunjuk titik putih setelah Skorupski menjatuhkan Pasalic di kotak terlarang.

Empoli justru mampu menggandakan keunggulan di menit ke-67. Massimo Maccarone memberikan umpan dengan sundulan yang mengarah ke Mame Baba Thiam. Thiam kemudian mengontrol bola dan melepaskan tembakan untuk menaklukkan Donnarumma.

Lima menit kemudian, Milan mencetak gol balasan untuk menipiskan ketertinggalan. Lapadula menggiring bola ke kotak penalti dari sisi kanan, melakukan tusukan, dan melepaskan tembakan dengan kaki kiri ke arah tiang jauh. Bola mengarah ke pojok kiri bawah gawang Empoli tanpa bisa dijangkau oleh Skorupski.

Empoli nyaris mencetak gol ketiga setelah Maccarone tinggal berhadapan dengan Donnarumma usai mendapat umpan terobosan dari El Kaddouri. Tapi Donnarumma masih mampu menggagalkan upaya Maccarone.

Di masa injury time, Donnarumma melakukan penyelamatan penting untuk menjaga Milan agar tak kebobolan gol ketiga. Dia menggagalkan tendangan Thiam yang tinggal berhadapan dengannya setelah Empoli melakukan serangan balik. Skor 2-1 untuk Empoli bertahan sampai wasit meniup peluit panjang.

Data dan Fakta Madrid Vs Barcelona

Data dan Fakta Madrid Vs Barcelona

El Clasico bukan hanya soal perebutan poin bagi Real Madrid dan Barcelona. Laga itu sekaligus menjadi panggung individu para pemainnya untuk mencetak rekor.

Kali ini, Madrid akan menjamu Barca di Santiago Bernabeu Senin (24/4/2017) dinihari WIB. El Real masih menunjukkan laju lebih oke dengan bertengger pada puncak klasemen La Liga. Tim besutan Zinedine Zidane mengoleksi 75 poin dari 31 laga.

Sementara itu, Barca berada pada posisi kedua. Tim Blaugrana akan melawat ke markas Madrid dengan 72 poin dari 32 laga yang sudah dilakoni.

Selain selalu kalah dari Madrid, Barca juga membawa modal kurang oke Barca usai tersingkir dari Liga Champions. Mereka baru saja dikalahkan Juventus dengan agregat 0-3.

Sejumlah data dan fakta menarik lain terjadi menjelang laga itu. Berikut seperti dicatat Opta:

– Real Madrid adalah tim La Liga yang paling sering mengalahkan Barca sepanjang sejarah (72), sedangkan Barca adalah tim yang juga paling sering mengalahkan Madrid (68).

– Dengan membuat hat-trick pada 2014, Lionel Messi menjadi pencetak gol terbanyak di El Clasico (21 gol), melewati Alfredo Di Stefano (18 gol)

– Sejak laga itu, Messi tampil dalam enam laga El Clasico tanpa mencetak gol sebijipun. Itu menjadi laju terburuknya menghadapi Real Madrid.

– Cristiano Ronaldo mengoleksi 16 gol pada El Clasico di semua kompetisi.

– Hanya Alfredo Di Stéfano (18) dan Lionel Messi (21) yang mengoleksi gol lebih banyak ketimbang CR7.

– Karim Benzema mencetak lima gol dalam lima El Clasico di Santiago Bernabeu.

– Real Madrid tak pernah kalah dalam tujuh pertandingan menghadapi rival klasik saat Casemiro diturunkan (W2 D1 lawan Barcelona dan W1 D3 saat menghadapi Atletico dari semua kompetisi).

– Sergio Ramos mencetak empat gol lebih banyak menghadapi Barcelona di La Liga ketimbang menghadapi tim-tim lain.

– Isco memiliki rata-rata konversi tembakan terbaik di La Liga musim ini (47% dengan 5+ gol).

– Barca mencetak 70% gol dari striker, menjadi persentase tertinggi ketimbang tim-tim La Liga lainnya.

– Ream Madrid justru mencetak gol paling sering lewat para pemain belakangnya (13 gol) musim ini.

Pique yang Sindir Madrid Lagi

Pique yang Sindir Madrid Lagi

Pique yang Sindir Madrid Lagi

Bek Barcelona Gerard Pique terindikasi menyindir Real Madrid lagi. Menariknya ini terjadi setelah Barca tersingkir dari Liga Champions — dan Madrid melaju.

Langkah Barca di Liga Champions berakhir di tangan Juventus. Blaugrana gagal membalas kekalahan 0-3 di leg pertama perempatfinal setelah hanya bermain imbang 0-0 di Camp Nou, Kamis (20/4/2017) dinihari WIB.

Meski tersisih, El Barca tak kehilangan dukungan dari para suporternya. Publik Camp Nou saat itu masih mengapresiasi kerja keras Lionel Messi cs dengan tepuk tangan ketika peluit akhir dibunyikan.

Terkait itulah Pique kemudian bercuit di akun Twitter-nya, yang ditengarai turut ia jadikan sebagai sindiran kepada Madrid yang satu hari sebelumya melewati hadangan Bayern Munich untuk lolos ke semifinal Liga Champions.

“Ada yang akan terluka hatinya melihat tepuk tangan di Camp Nou kendatipun kami tersingkir dari Eropa. Mereka lebih terbiasa mendengar siulan meskipun lolos ke semifinal,” tulis Pique seperti dilansir Sport.

Sebelumnya Cristiano Ronaldo yang jadi bintang kemenangan Madrid atas Bayern memang sempat merayakan golnya dengan isyarat telunjuk di mulut. Ia minta pada suporter ‘Si Putih’ agar tak lagi memberi siulan pada dirinya dan tim.

Akhir pekan ini sendiri Madrid akan menjamu Barca di Santiago Bernabeu, Senin (24/4/2017) dinihari WIB. Sangat mungkin Pique memang ingin memanaskan tensi El Clasico mengingat sengitnya persaingan kedua tim di klasemen.

El Clasico Tepat Saat Madrid dan Barcelona Sedang Bersaing Sengit

El Clasico Tepat Saat Madrid dan Barcelona Sedang Bersaing Sengit

El Clasico Tepat Saat Madrid dan Barcelona Sedang Bersaing Sengit

El Clasico hadir pekan ini di Santiago Bernabeu. Momennya sungguh pas sekali karena Real Madrid dan Barcelona sedang sengit-sengitnya bersaing di Liga Spanyol.

Memasuki jornada 33, Madrid masih bertengger di puncak klasemen La Liga. Di kompetisi liga teratas Spanyol itu El Real punya 75 poin dari 31 laga.

Sementara itu Barcelona, yang sudah memainkan 32 pertandingan, berada di tangga kedua klasemen. El Barca punya 72 poin.

Maka duel kedua tim di Santiago Bernabeu, Senin (24/4/2017) dinihari WIB, bukan cuma menghadirkan hak berbangga diri buat suporternya melainkan juga benar-benar dapat berdampak pada persaingan kedua tim di La Liga.

Dalam catatan Opta, Madrid tak terkalahkan dalam dua El Clasico terakhir di liga (1 menang dan 1 seri), yang merupakan rentetan terbaik lawan Barcelona semenjak Maret 2013 (saat ditangani Jose Mourinho).

Akan tetapi, dalam El Clasico terakhir di liga yang dimainkan di Santiago Bernabeu, Madrid harus tunduk 0-4 dari Barcelona. Opta pun menyebut Luis Enrique berpeluang jadi entrenador kedua Blaugrana yang meraih kemenangan berturut-turut di markas Madrid dalam partai La Liga, setelah Josep Guardiola (6-2 pada 2009 dan 2-0 di 2010).

Selain El Clasico, ada pula laga Atletico Madrid yang akan dijamu Espanyol, Minggu (23/4) WIB. Los Colchoneros yang kini menempati posisi tiga dengan 65 poin butuh poin penuh untuk menjauhi Sevilla (62 poin) di peringkat empat.

Sevilla sendiri masih berupaya membenahi performa setelah hanya meraih satu kemenangan dari tujuh laga terakhirnya di La Liga (plus empat seri dan dua kekalahan). Pekan ini Sevilla akan menjamu tim di zona merah, Granada.

Madrid Mau Tambah Derita Barcelona

Madrid Mau Tambah Derita Barcelona

Real Madrid akan menjamu Barcelona di Santiago Bernabeu. Los Blancos bisa manfaatkan kondisi mental Blaugrana pasca tersingkir dari Liga Champions.

Perburuan gelar juara La Liga akan terjadi akhir pekan ini, Minggu (24/4/2017) dinihari WIB. Selaku tim tamu, Barcelona melakukan persiapan dalam kindisi yang tidak bagus.

Tim besutan Luis Enrique baru saja tersisih di Liga Champions setelah kalah agregat 0-3 dari Juventus. Kondisi itu berbanding terbalik dengan Madrid, yang melaju ke babak semifinal setelah menyisihkan Bayern Munich dengan agregat 6-3.

Apa yang terjadi dengan Barca diyakini mantan pemain Madrid, Ruben de la Red, akan berpengaruh di laga El Clasico. Los Blancos bisa ambil keuntungan untuk menumbangkan rivalnya demi memuluskan laju ke tangga juara.

“Barca tidak dalam kondisi terbaik setelah mereka keluar dari Liga Champions dan gagal mencetak gol (ke gawang Juve di leg kedua). Laju Madrid saat ini lebih baik, mereka datang dalam kondisi yang lebih baik, di lapangan mereka berkesempatan merasa seperti jawara,” kata De la Red kepada Marca.

Di laga krusial ini, Barca tak bisa diperkuat Neymar lantaran masih menjalani hukuman larangan bermain setelah mendapat kartu merah dalam laga dengan Malaga.

“Ketidakhadiran Neymar bukanlah kondisi yang menentukan, tapi ini penting, karena dia sudah menunjukkan bisa membantu mengubah permainan,” tandas pelatih Getafe B itu.

Ramos Sebut Tak Ada Pemusuhan dengan Pique

Ramos Sebut Tak Ada Pemusuhan dengan Pique

Ramos Sebut Tak Ada Pemusuhan dengan Pique

Sergio Ramos dan Gerard Pique kerap terlibat perang komentar secara terbuka. Meski demikian, Ramos menegaskan bahwa tak ada kebencian di antara mereka.

Ramos dan Pique tak jarang jadi simbol rivalitas antara Real Madrid dan Barcelona. Tensi di antara keduanya kerap naik seiring dengan berjalannya musim.

Terakhir, Ramos menanggapi sindiran Pique soal keputusan wasit serta penalti yang didapat Madrid di laga melawan Villarreal. Pique melontarkan sindirannya lewat akun Twitter-nya dan dibalas secara terbuka oleh Ramos lewat media.

Meski berseberangan di level klub, bagaimanapun Ramos dan Pique harus bekerja sama di level timnas. Yang terdekat, keduanya akan menjalani dua laga internasional bersama timnas Spanyol melawan Israel (24/3) dan Prancis (28/3).

Ramos tak menampik kalau dia dan Pique sering berselisih. Tapi saat di timnas, bek berusia 30 tahun itu menegaskan bahwa tidak ada permusuhan antara dirinya dengan Pique.

“Pertandingan selesai dan Anda berjabat tangan. Begitulah caranya antara Real Madrid dan Barcelona dan itu tidak akan berubah. Sekarang, saya akan memeluknya,” ujar Ramos seperti dikutip AS.

“Kami sudah terbiasa perang komentar, tapi tanpa kebencian dan selalu sehat…dan itu jadi sesuatu untuk Anda jual. Kuncinya adalah persatuan tim dan itu tidak boleh hilang,” imbuhnya.

Pesta di Laga ke-100 Antoine Griezmann untuk Atletico

Pesta di Laga ke-100 Antoine Griezmann untuk Atletico

Pesta di Laga ke-100 Antoine Griezmann untuk Atletico

Bermain di pertandingan ke-100-nya untuk Atletio Madrid pada ajang La Liga, Antoine Griezmann tampil spesial. Dia mencetak dua gol ke gawang Valencia dan mengantar timnya menang 3-0.

Menjamu Valencia di Vicente Calderon pada hari Sabtu (5/3/2017). Atletico bermain dengan baik dari awal babak hingga pertandingan usai. Baru sepuluh menit waktu berjalan, Griezmann menerima assist dari Koke dan sukses membobol gawang Valencia dengan tendangannya.

Griezmann menyempurnakan penampilannya dalam laga itu dengan mencetak gol penutup timnya pada menit 87. Sementara gol kedua datang dari aksi Kevin Gameiro.

Total sudah 12 gol dibuat Groezmann di La Liga Primera musim ini. Jika ditotal di semua kompetisi yang diikuti, striker Prancis berusia 25 tahun itu sudah mengumpulkan sebanyak 20 gol.

Griezmann diboyong Atletico pada musim panas 2014 dari Real Sociedad. Pada dua musim pertamanya bersama Atletico Madrid dia masing-masing melesakkan 22 gol di Liga Spanyol saja.

Dua gol Griezmann di pekan ini membawa Atletico ke posisi empat klasemen, sekaligus mempertahankan posisi untuk dapat tiket ke Liga Champions. Mereka unggul satu poin atas Real Sociedad di posisi kelima.

Kemenangan ini juga penting untuk Atletico setelah pada dua pertandingan terakhirnya gagal dapat poin penuh (diimbangi Deportivo La Coruna dan kalah di kandang saat menjamu Barcelona).

Tak Ada Ronaldo dan Bale

Tak Ada Ronaldo dan Bale

Tak Ada Ronaldo dan Bale

Absennya Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale tak membuat Real Madrid kehilangan ketajaman. Ada Karim Benzema yang pamer produktivitas sekaligus menjawab keraguan.

Madrid tandang ke markas Eibar tanpa Ronaldo dan Bale. Ronaldo mengalami cedera, sementara Bale harus absen karena mendapat kartu merah di laga melawan Las Palmas. Alvaro Morata juga tidak bisa tampil karena akumulasi kartu.

Tanpa ketiga pemain tersebut, Benzema jadi tumpuan di lini depan. Striker berkebangsaan Prancis itu pun menjawab kepercayaan Zinedine Zidane dengan mencetak dua gol dan menyumbang satu assist untuk mengantar Madrid menang 4-1 atas Eibar di Ipurua Municipal Stadium, Sabtu (4/3/2017).

Gol-gol tersebut menandai penampilan ke-350 Benzema dalam seragam Los Blancos. Dia juga mengakhiri periode puasa gol di La Liga yang sudah dilewati selama tujuh pertandingan. Menurut catatan Opta, ini jadi kali pertama Benzema terlibat dalam tiga gol di satu laga sejak Januari 2016.

“Saya senang dengan performanya, untuk gol-golnya dan hal-hal lain yang dia lakukan dalam membangun serangan,” ujar Zidane seperti dikutip dari Marca.

“Saya senang dengan penampilan bagusnya, tapi agar bola sampai kepadanya, para pemain lainnya harus tampil bagus dan mereka melakukan itu,” imbuhnya.

Kemenangan ini untuk sementara membawa Madrid ke puncak klasemen dengan 59 poin dari 25 pertandingan dan masih punya satu laga tunda.