Category Archives: Liga Italia

Napoli Diimbangi Sassuolo 2-2

Napoli Diimbangi Sassuolo 2-2

Napoli Diimbangi Sassuolo 2-2

Napoli hanya bisa membawa pulang satu poin dari markas Sassuolo dalam lanjutan Serie A. Napoli diimbangi tim tuan rumah 2-2.

Dalam pertandingan di Mapei Stadium, Minggu (23/4/2017) malam WIB, Sassuolo tampil dominan dalam penguasaan bola dengan persentase 68:32. Napoli juga membuat percobaan sampai 20 kali ke gawang Sassuolo tapi hanya enam yang tepat sasaran. Sassuolo membuat delapan attempt dengan empat yang on goal.

Napoli membuang banyak sekali peluang pada babak pertama. Tak ada gol tercipta hingga turun minum.

Barulah setelah memasuki babak kedua, Napoli bisa membuka kebuntuan. Gol dibuat Dries Mertens pada menit ke-32.

Mendapatkan umpan dari Jose Collejon, Mertens menanduk tepat ke arah gawang Sassuolo. Kiper Sassuolo Consigli tak berhasil mengamankan gawangnya. Kedudukan 1-0 untuk keunggulan Napoli.

Namun, keunggulan itu hanya bertahan tujuh menit. Sassuolo menyamakan kedudukan pada menit 59. Gol diceploskan oleh Domenico Berardi.

Napoli malah tertinggal 1-2 setelah Luca Mazzitelli menambah gol untuk tuan rumah pada menit ke-80.

Arkadiusz Milik yang tampil dari bangku cadangan menjadi penyelamat Napoli dari kekalahan. Dia mencetak gol berkat umpan dari Raul Albiol.

Tambahan satu poin itu tak membuat Napoli tergeser. Mereka tetap mendiami posisi ketiga papan klasemen sementara Serie A setelah menjalani 33 pertandingan.

Sassuolo masih berada di peringkat ke-16 dengan koleksi 36 poin.

Juventus yang Tidak Bisa Dihentikan

Juventus yang Tidak Bisa Dihentikan

Juventus sedang berderap kencang menuju takhta juara Serie A. Apa laju ‘Nyonya Tua’ bisa dihentikan Genoa yang jadi lawannya akhir pekan ini?

Saat ini Bianconeri memuncaki klasemen dengan 80 poin hasil koleksinya dari 32 giornata, unggul delapan angka dari AS Roma di posisi dua.

Di Juventus Stadium, Senin (24/4/2017) dinihari WIB, Juventus akan berusaha menambah raihan poinnya itu ketika menjamu Genoa yang saat ini menempati peringkat 16 dengan 30 poin.

Menilik posisi klasemen kedua tim, Juventus tampak sangat di atas angin. Tapi itu tak lantas membuat skuat Massimiliano Allegri dapat menepuk dada dengan jemawa.

Faktanya, satu dari empat kekalahan Juventus di Serie A musim ini dialami ketika berhadapan dengan Genoa (1-3) pada partai bulan November lalu.

Opta juga menyebut Genoa sebagai satu-satunya tim yang pernah dua kali mengalahkan Juventus semasa dilatih Allegri di Serie A, dengan satu kekalahan lain terjadi pada Oktober 2014 (0-1, juga di markas Genoa).

Maka kendatipun laju La Vecchia Signora saat ini tampak sulit diredam lawan-lawan, juga dalam kepercayaan diri tinggi usai menyingkirkan Barcelona di Liga Champions, bulatnya bola membuat apa saja bisa terjadi di atas lapangan permainan.

Toh di tengah laju impresifnya, secara khusus selepas pergantian tahun, Juventus tetap terbukti bisa juga kehilangan poin seperti pada tiga laga Serie A tahun 2017 (kalah 1-2 dari Fiorentina, lalu seri 1-1 lawan Udinese dan Napoli).

Peluang macam itulah yang kini sangat mungkin ditunggu-tunggu AS Roma di posisi dua (72 poin). Tapi Giallorossi, dengan 72 poin, juga harus mengkhawatirkan ancaman Napoli di posisi tiga (70 poin).

Pekan ini Roma akan melawat ke markas tim juru kunci Pescara, sementara Napoli menyambangi markas tim peringkat 15 Sassuolo.

Menarik pula untuk menantikan bagaimana Inter Milan bangkit dari kekecewaan usai membuang keunggulan dua gol dalam hasil seri 2-2 di derby Della Madonnina lawan AC Milan pada giornata sebelumnya. Inter akan dijamu Fiorentina.

Juventus Akan Coba Eksploitasi Kelemahan Lini Pertahanan Barca

Juventus Akan Coba Eksploitasi Kelemahan Lini Pertahanan Barca

Juventus Akan Coba Eksploitasi Kelemahan Lini Pertahanan Barca

Pelatih Juventus Massimiliano Allegri mengakui bahwa lini depan Barcelona amat berbahaya. Tapi, Allegri juga yakin lini pertahanan Barca tak kuat-kuat amat dan bisa dieksploitasi.

Allegri harus memikirkan cara untuk meredam trio Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar saat Juve menjamu Barca di leg pertama perempatfinal Liga Champions, Rabu (12/4/2017) dinihari WIB. Pasalnya, tiga pemain itu adalah ancaman terbesar untuk gawang Gianluigi Buffon.

Di atas kertas, Barca memang sedikit lebih diunggulkan untuk lolos. Blaugrana juga keluar sebagai pemenang saat kedua tim terakhir bertemu di final Liga Champions 2014/2015.

“Tidak ada favorit untuk besok karena ini adalah laga yang berimbang. Kami butuh keseimbangan yang bagus. Ketika Anda main di kandang, selalu bagus kalau tetap clean sheet, tapi itu akan sulit besok, jadi kami harus bermain untuk mencetak gol,” ujar Allegri di Football Italia.

Allegri mengatakan, Barca menyisakan lubang-lubang di lini belakang yang bisa dimanfaatkan oleh Gonzalo Higuain, Mario Mandzukic, Paulo Dybala, atau Juan Cuadrado. Kekalahan telak 0-4 yang diderita Barca dari Paris Saint-Germain di babak sebelumnya serta kekalahan 0-2 dari Malaga di kompetisi domestik pada akhir pekan lalu memberi harapan bagi Juve untuk mencetak gol.

“Kami tahu bahwa Barcelona memiliki kualitas lini serang yang hebat, tapi mereka juga punya kelemahan dalam hal pertahanan dan kami harus memikirkannya, karena kami akan berusaha untuk mengeksploitasi kelemahan-kelemahan lawan,” ujar Allegri.

“Apakah lawan itu bernama — tanpa mengurangi rasa hormat — Chievo atau Barcelona, kami selalu perlu memikirkan cara memanfaatkan kelemahan lawan. Itulah satu-satunya cara untuk lolos karena Anda tak bisa bermain melawan Barcelona, mendapatkan dua hasil 0-0, lalu lolos lewat adu penalti. Pada dasarnya itu mustahil,” katanya.

Lazio Kembali Incar Talenta Belanda

Lazio Kembali Incar Talenta Belanda

Lazio Kembali Incar Talenta Belanda

Ada banyak nama yang masuk dalam daftar buruan Lazio. Namun, tim asal kota Roma itu sepertinya akan kembali merekrut talenta asal Belanda.

Bart Ramselaar, adalah nama Belanda baru yang berpotensi bergabung dengan Lazio. Winger PSV Eindhoven itu memang tampil memukau dalam beberapa musim terakhir.

Pemain yang baru berusia 20 tahun itu berpeluang untuk menyusul pemain Belanda lain yang terlebih dulu bergabung dengan Lazio. Sejauh ini, Lazio memiliki tiga pemain berpaspor Belanda yaitu, Stefan De Vrij, Ricardo Kishna, dan Wesley Hoedt.

Seperti yang banyak diberitakan oleh media-media di Italia, rival AS Roma dalam Derby Della Capitale itu siap untuk menggelontorkan dana sebesar 10 juta euro untuk mendapatkan tanda tangan Ramselaar.

Harga itu dua kali lipat lebih dari dana yang dikeluarkan PSV untuk memboyong Ramsellar dari Utrecht di tahun 2015 lalu. Kala itu, tim yang bermarkas di Philip Stadion itu hanya mengeluarkan dana sebesar 4 juta Euro saja.

Di musim ini, Ramselaar sudah 30 kali tampil untuk PSV Eindhoven di semua ajang. Selain itu, total enam gol dan dua assist juga sudah diciptakan Ramselaar.

Masa Depan Totti Di Roma Masih Tak Menentu

Masa Depan Totti Di Roma Masih Tak Menentu

Masa Depan Totti Di Roma Masih Tak Menentu

Masa depan Francesco Totti di AS Roma masih belum menemukan kepastian hingga detik ini. Totti sendiri masih belum tahu apakah akan hengkang atau tetap bertahan di Olimpico Roma. Padahal kontrak Totti di Roma akan rampung akhir musim ini.

Pihak Roma sendiri masih belum menentukan sikap terkait masa depan Totti. Menariknya, presiden Roma, James Pallotta justru menawarkan kontrak sebagai direktur dengan durasi enam tahun.

“Aku bisa jadi bagian dari jajaran direktur Roma dalam satu tahun,” ujar Totti kepada Canale 5.

“Atau aku bisa saja masih di luar sana bermain di atas lapangan. Atau aku bisa menjadi seorang agen dan mencoba menemukan seorang juara berikutnya. Aku punya sedikit pengalaman di dunia sepak bola,” katanya.

Totti sendiri tercatat hanya bermain dalam 10 laga sejauh ini dan sekali menjadi starter. Dari kesempatan tersebut, pemain 39 tahun itu mencetak dua gol dan tiga assist.

Selama 25 tahun bersama Roma, Totti sendiri hanya mampu menghadirkan satu scudetto, dua trofi Piala Italia, dan dua trofi Piala Super Italia. Di level tim nasional, Totti adalah anggota Timnas Italia saat mereka jadi juara Piala Dunia 2006.

Pelatih Roma, Luciano Spalletti juga mengatakan jika Totti memiliki hubungan yang spesial dengan kota Roma sehingga ia tak akan pernah pergi meninggalkan klub.

“Totti tidak punya kontrak dengan klub ini. Dia punya perjanjian spesial dengan kota ini,” kata pelatihnya di Roma, Luciano Spalletti.

Hal Yang Dilakukan Deulofeu Untuk AC Milan Usai Kembali Dipanggil Timnas Spanyol

Hal Yang Dilakukan Deulofeu Untuk AC Milan Usai Kembali Dipanggil Timnas Spanyol

Hal Yang Dilakukan Deulofeu Untuk AC Milan Usai Kembali Dipanggil Timnas Spanyol

Pemanggalan Deulofeu tak terlepas dari performa apiknya bersama Milan sejak didatangkan dari Everton pada musim dingin kemarin. Mantan didikan La Masia itu sejauh ini sudah menyumbang satu gol serta tiga assist bersama Rossonerri. 

Deulofeu lantas berterima kasih kepada Milan yang sudah membangkitkan kembali rasa percaya dirinya setelah tampil babak belur di Everton.

“Kalau aku tidak menerima Milan maka saya tidak akan dipanggil ke tim nasional. Ini adalah klub hebat dan sekarang aku tidak berpikir soal yang lain,” ujar Deulofeu.

“Aku sangat bahagia di Milan, pelatih (Vincenzo Montella) dan stafnya sudah memberiku kepercayaan diri dan aku juga senang dengan hubungan dengan teman-teman setim.”

“Ketika aju mengetahui minat Milan, aku tidak berpikir dua kali. Kalau ada dalam performa ini, maka itu berkat kepercayaan semua orang di Milan,” lanjutnya.

“Akhirnya aku menemukan konsistensi yang aju cari dan sekarang aku adalah pemain yang lebih matang dan pintar. Aku makin bagus dalam bertahan dan aku lebih konsisten selama 90 menit,” kata Deulofeu.

Nerazzurri Mulai Pesimistis Lolos ke Liga Champions

Nerazzurri Mulai Pesimistis Lolos ke Liga ChampionsNerazzurri Mulai Pesimistis Lolos ke Liga Champions

Nerazzurri Mulai Pesimistis Lolos ke Liga ChampionsNerazzurri Mulai Pesimistis Lolos ke Liga Champions

Hasil seri yang didapat lawan Torino begitu disesali Inter Milan. Pasalnya itu membuat Nerazzurri kini makin sulit mengejar target finis tiga besar.

Bertandang ke Olimpico Turin, Minggu (19/3/2017) dinihari WIB, Inter sebenarnya mampu unggul duluan pada menit ke-27 lewat Geoffrey Kondogbia.

Sayangnya keunggulan itu tak bertahan lama karena Daniele Baselli menyamakan skor di menit ke-33 dan Torino malah berbalik unggul di awal babak kedua lewat Afriyie Acquah.

Inter harus puas dengan hasil imbang 2-2 setelah Antonio Candreva menjebol jala Joe Hart.

Hanya menambah satu poin, Inter kini tertahan di posisi kelima dengan 55 poin dan gagal melewati Lazio yang unggul satu poin serta baru bermain 28 kali.

Sementara dengan posisi tiga yang kini ditempati Napoli, Inter berselisih lima angka. Berat tentunya bagi Inter untuk mengejar Il Partenopei di saat mereka juga harus menjaga posisi lima dari kejaran AC Milan yang hanya berselisih dua angka.

Maka dari itu wajar saja jika Pioli berpikir bahwa peluang lolos ke Liga Champions musim depan begitu berat.

“Tampaknya kami makin sulit untuk lolos ke Liga Champions – dan juga target besar yang kami canangkan sendiri,” ujar pelatih Inter, Stefano Pioli, seperti dikutip Soccerway.

“Sudah jelas bahwa tim-tim di depan kami sangat kuat dan lebih sering menang. Saya mengharapkan lebih malam ini. Kini kami harus bangkit dan bersiap untuk usaha terakhir kami,” sambungnya.

Montella Optimistis Milan Bisa Main di Kompetisi Eropa Musim Depan

Montella Optimistis Milan Bisa Main di Kompetisi Eropa Musim Depan

Montella Optimistis Milan Bisa Main di Kompetisi Eropa Musim Depan

AC Milan berhasil meraup angka penuh lewat kemenangan tipis atas Genoa 1-0. Pelatih Milan Vincenzo Montella optimistis dengan kans lolos ke kompetisi Eropa.

Milan Kalahkan Genoa 1-0

Milan Kalahkan Genoa 1-0Milan Kalahkan Genoa 1-0

Milan Kalahkan Genoa 1-0Milan Kalahkan Genoa 1-0

AC Milan berhasil memaksimalkan laga kandangnya dengan menundukkan Genoa 1-0. Mati Fernandez menjadi pahlawan Milan dengan mencetak gol tunggal di babak pertama.

Menjamu Genoa di San Siro, Minggu (19/3/2017) dinihari WIB, Rossoneri tampil dominan dengan menguasai 62 persen bola untuk menciptakan 20 peluang yang lima di antaranya mengarah ke gawang. Sedangkan Genoa hanya bisa menciptakan delapan percobaan dengan dua di antaranya mengarah ke gawang.

Milan menekan Genoa nyaris sepanjang pertandingan, sehingga membuat tim lawan sulit mengembangkan permainannya. Kendati begitu hanya satu gol yang berhasil dilahirkan Milan lewat Mati Fernandez.

Kemenangan ini membuat Milan menduduki peringkat enam klasemen sementara dengan perolehan 53 poin hasil 29 pertandingan. Sementara Genoa berada di posisi 16 dengan 29 poin.

Start Milan berlangsung buruk. Andrea Bertolacci mengalami cedera di menit pertama sehingga harus digantikan Manuel Locatelli.

Masuknya Locatelli berbuah positif. Locatelli melepaskan tembakan voli tepi kotak penalti Genoa meski masih melenceng.

Gerard Deulofu berhasil menembus pertahanan Genoa dari lapangan tengah sebelum melesakkan tembakan ke tiang jauh. Kebuntuan akhirnya terpecah di menit 33, usai Mati Fernandez menggetarkan gawang Genoa untuk membawa Milan unggul 1-0.

Dari serangan balik, Mati Fernandez terbebas usai menerima umpan terobosan di dalam kotak penalti. Lamanna mencegat meninggalkan sarangnya, tapi Fernandez melakukan tendangan cukil untuk memperdaya kiper Genoa itu.

Di 10 menit akhir, tandukan De Sciglio melebar usai menyambut sepak pojok. Gerard Deulefou gagal menambah skor setelah penyelesaiannya dari serangan balik hanya bersarang di samping gawang.

Menjelang laga usai, Milan melewatkan kesempatan lagi saat umpan silang Deulefou ke tiang jauh gagal dijangkau pemain pengganti Luca Antonelli. Di sisa waktu pertandingan tidak ada gol lain yang tercipta, skor 1-0 untuk keunggulan Milan bertahan sampai bubar.

Pioli Dukung Icardi Rebut Predikat Capocannoniere

Pioli Dukung Icardi Rebut Predikat Capocannoniere

Pioli Dukung Icardi Rebut Predikat Capocannoniere

Pelatih Inter Milan, Stefano Pioli, mendukung Mauro Icardi untuk merebut predikat Capocannoniere Serie A musim ini. Pioli juga menyebut striker berpaspor Argentina itu sangat penting untuk timnya.

Seperti musim-musim sebelumnya, Icardi tetap menjadi tumpuan utama Inter di lini depan. Icardi juga menyandang status kapten Nerazzurri sejak musim lalu.

Icardi, yang sekarang berusia 24 tahun, musim ini sudah mengemas 20 gol di Serie A. Dia hanya kalah dari striker Torino, Andrea Belotti, yang punya dua gol lebih banyak.

“Saya pikir Mauro punya kualitas untuk menjadi top skorer meskipun Belotti juga merupakan penyerang hebat,” ujar Pioli seperti dikutip Soccerway.

Icardi sebelumnya pernah menyabet predikat Capocannoniere pada musim 2014/2015 saat mencetak 22 gol untuk Inter. Namun, ketika itu dia harus berbagi predikat tersebut dengan Luca Toni.

“Mauro selalu menentukan bagi kami. Dia bekerja keras untuk tim dan kami mengandalkannya,” ujar Pioli.

“Memuaskan ketika kami melihatnya memberikan segalanya. Saya tahu mencetak gol penting baginya, tapi kesuksesan tim adalah yang paling berarti bagi dia,” katanya.

Inter kini menempati posisi kelima di klasemen sementara dengan perolehan 54 poin dari 28 laga. Mereka akan menghadapi Torino dalam lanjutan Serie A pada Sabtu (18/3).