Category Archives: Liga Inggris

Southgate Anggap Laga yang Harusnya Dimenangi Inggris

Southgate Anggap Laga yang Harusnya Dimenangi Inggris

Southgate Anggap Laga yang Harusnya Dimenangi Inggris

Tim nasional Inggris menuai hasil imbang dalam lawatan ke markas Skotlandia. The Three Lions dinilai seharusnya menjadi pemenangnya.

Dalam laga lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2018, Minggu (11/6/2017) dini hari WIB, Inggris bermain imbang 2-2 melawan Skotlandia. Tim ‘Tiga Singa’ harus bersusah payah untuk menggapai satu poin kali ini.

Inggris unggul lebih dulu berkat gol dari Alex-Oxlade Chamberlain, lalu dibalas dua kali oleh Leigh Griffiths. Saat masa injury time, Harry Kane menjadi pahlawan dengan gol penyama kedudukan.

Manajer timnas Inggris, Garteh Southgate, bilang bahwa Leigh Griffiths menjadi pengubah hasil pertandingan.

“Ini merupakan pertandingan yang seharusnya kami menangi, tapi dua momen brilian berkualitas dari Leigh Griffiths membalikkannya. Kami harus mempunyai mentalitas bahwa kami tak pernah terkalahkan dan tampak pada akhir pertandingan,” kata Southgate di BBC.

“Tendangan bebas kedua itu terpeleset, saya tak yakin ada banyak yang bisa kami lakukan. Kami sepenuhnya mengendalikan pertandingan, tapi andai Anda tak mendapatkan gol kedua Anda pun mempunyai risiko disamakan.”

“Kami harus lebih tajam, itu adil. Kami ada di posisi bagus dan tak menyelesaikannya. Misinya untuk lolos dan kami masih memuncaki grup,” imbuhnya.

Gol Kane di Masa Injury Time Bawa Inggris Seri 2-2 Lawan Skotlandia

Gol Kane di Masa Injury Time Bawa Inggris Seri 2-2 Lawan Skotlandia

Gol Kane di Masa Injury Time Bawa Inggris Seri 2-2 Lawan Skotlandia

Tim nasional Inggris nyaris kalah saat melawan Skotlandia di kualifikasi Piala Dunia 2018. Gol Harry Kane saat injury time memaksa skor akhirnya seri 2-2.

Dalam pertandingan di Hampden Park, Glasgow, yang selesai, Minggu (11/6/2017) dini hari WIB, Inggris kesulitan untuk membongkar pertahanan Skotlandia. Pada babak pertama, skornya masih 0-0.

Peluang ganda di dapat oleh Inggris pada menit 29, lewat Harry Kane dan Marcus Rashford. Bola antisipasi kiper Skotlandia, Craig Gordon, malah mengarah pada Kane, tendangan lob pemain Spurs itu masih belum membuahkan hasil.

Beberapa saat kemudian, Rashford yang mendapatkan peluang juga masih belum mampu menceploskannya menjadi gol.

Di masa injury time babak pertama, Jake Livermore juga masih belum memanfaatkan peluang mencetak gol. Tendangannya ditepis oleh Gordon.

Di babak kedua, ada empat gol tercipta. Masing-masing dua untuk Inggris dan tim tuan rumah.

Inggris unggul lebih dulu berkat gol Alex-Oxlade Chamberlain di menit 70. Dia menyisir dari sisi sayap kanan ke tengah kotak penalti, lalu melepaskan tembakan kaku kiri yang gagal di halau Gordon.

Skotlandia tak menyerah. Mereka membalas di menit 86 lewat Leigh Griffiths. Tendangan itu dibukukan dengan tendangan bebas langsung.

Tiga menit berselang Griffiths menyarangkan gol untuk kedua kalinya ke gawang Inggris. Dia kembali memanfaatkan tembakan bebas untuk membawa Skotlandia unggul.

Kemenangan Skotlandia yang sudah ada di dapan mata akhirnya sirna di masa injury time. Mendapatkan umpan silang dari Raheem Sterling, Kane menyonteknya masuk ke gawang dengan sekali sentuhan. Tak lama kemudian laga bubar, skor akhirnya 2-2.

Dengan tambahan satu angka ini, Inggris ada di posisi pertama Grup F kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa dengan raihan 14 poin. Sementara itu, Skotlandia ada empat dengan raihan delapan poin.

Iheanacho Ungkap Bahwa Dirinya Masih di City Musim Depan

Iheanacho Ungkap Bahwa Dirinya Masih di City Musim Depan

Striker Manchester City Kelechi Iheanacho tak mau ambil pusing soal rumor yang menghubungkannya dengan West Ham United. Iheanacho tak punya niat untuk hengkang.

Iheanacho kian terpinggirkan dari barisan penyerang City. Pemain berusia 20 tahun itu kalah bersaing dengan Sergio Aguero dan Gabriel Jesus. Di Premier League 2016/2017, Iheanacho hanya tampil lima kali sebagai starter dari total 20 kali penampilan.

Laporan di media-media Inggris menyebut bahwa West Ham tertarik kepada Iheanacho. Kabarnya, The Hammers sudah menyiapkan 20 juta pounds untuk striker asal Nigeria itu.

Tapi Iheanacho tak punya niat untuk hengkang dari Etihad Stadium. Meski waktu bermainnya minim, Iheanacho memilih untuk bertahan di City.

“Tentu,” ujar Iheanacho saat ditanya apakah dia akan ada di City musim depan, seperti dilansir Soccerway.

“Saya tidak tahu soal kabar itu (terkait transfer). Yang saya tahu adalah saya masih di Manchester City, saya masih pemain Manchester City jadi semua kabar yang beredar soal tim yang ingin membeli saya, saya mencoba untuk mengabaikannya.

“Orang-orang akan pergi berlibur dan kita lihat saja. Bukan hanya saya yang tidak bermain, ada pemain lain juta. Manajer merotasi pemain dan skuat sehingga semua pemain dapat kesempatan. Jadi saya tidak seharusnya mengeluh

“Kami satu skuat dan kami adalah skuat yang penuh, jadi semuanya tidak akan bermain di waktu bersamaan,” katanya.

Conte Anggap Musim Ini Chelsea Baru Meletakkan Fondasi

Conte Anggap Musim Ini Chelsea Baru Meletakkan Fondasi

Conte Anggap Musim Ini Chelsea Baru Meletakkan Fondasi

Musim ini jadi musim krusial untuk Chelsea. Antonio Conte menegaskan ini adalah musim fondasi untuk membuat The Blues jadi kekuatan lebih besar ke depannya.

Chelsea baru memulai perjalanan bersama Conte di musim ini. Kendati mulanya tak terlalu dijagokan, anak-anak London barat ini malah langsung jadi tim terdepan dalam persaingan gelar di Premier League.

Chelsea bahkan punya kans meraih dua gelar dengan sudah memastikan lolos ke final Piala FA.

Tapi lebih dari sekadar gelar-gelar, Conte menegaskan musim ini penting untuk membangun basis. Pembelian pemain yang tepat di awal musim dan komposisi yang ada, akan menjadi landasan untuk meningkatkan daya saing yang kontinu baik di Inggris maupun di kancah Eropa.

“Untuk kami, musim ini sangat penting karena kami mencoba membangun sesuatu yang penting untuk saat ini. Untuk menempatkan fondasi dan menjadi tim kuat, lebih kuat untuk ke depannya,” ujar Conte dikutip Telegraph.

“Juga untuk membangun, serta perlahan-lahan menjadi sebuah kekuatan sepakbola yang nyata. Sebuah kekuatan nyata di masa depan,” imbuhnya.

Conte sebelumnya menyindir Manchester City dan Manchester United sebagai tim yang melakukan belanja pemain terbesar musim ini. Pria Italia itu memperkirakan belanja besar itu akan terus dilakukan City dan MU, juga menyatakan tak ada yang salah dengan hal tersebut.

Tapi Conte mengindikasikan akan melanjutkan strategi transfer tepat alih-alih bersaing secara sumber daya dengan dua rivalnya itu.

“Ya, seperti tiap tahunnya. Anda sudah melihat sebelum-sebelumnya. Anda bisa melihat bahwa setiap musim mereka menghabiskan banyak uang,” ujar Conte.

“Saya tak mau masuk ke situasi tim lain, klub lain, manajer lain. Setiap klub menentukan strateginya masing-masing. Tapi kalau Anda tanya ke saya, musim ini bukanlah satu-satunya musim klub-klub Manchester menghabiskan banyak uang.”

“Lihatlah musim-musim sebelumnya. Itu normal saja untuk mereka. Sah-sah saja untuk mereka melakukan itu, untuk memperkuat tim, kalau mereka merasa itu adalah cara yang benar untuk memenangi titel,” tandasnya.

Conte Sindir City dan MU

Conte Sindir City dan MU

Conte Sindir City dan MU

Chelsea dalam perjalanan meraih dua gelar di musim ini meski mengawali musim dengan kurang diunggulkan. Belanja dengan tepat jadi salah satu kekuatan The Blues.

Chelsea mengawali musim ini tidak sebagai kandidat terkuat juara. Musim lalu mereka cuma finis ke-10, yang turut memicu perubahan era dengan kedatangan Antonio Conte sebagai manajer anyar.

Conte belum teruji di Premier League, bahkan tak lancar berbahasa Inggris. Mempertimbangkan aspek adaptasinya, Chelsea pun kian tak diunggulkan. Belum lagi bicara soal belanja pemain.

Sepanjang musim ini Chelsea membelanjakan 118 juta poundsterling untuk merekrut Michy Batshuayi, N’Golo Kante, Marcos Alonso, dan David Luiz. Jumlah ini jauh di belakang Manchester City dan Manchester United.

City membelanjakan sekitar 160 juta pounds untuk enam pemain yang langsung masuk tim utama. Sementara MU menghabiskan tak kurang dari 156 juta pounds untuk tiga pemain, termasuk memboyong Paul Pogba senilai 89 juta pounds.

Tapi nyatanya belanja City tak membuahkan hasil musim ini, setelah dipastikan bakal tanpa trofi di akhir musim. Sementara MU paling tidak sudah memenangi Piala Liga Inggris dan berpeluang meraih gelar Liga Europa, meski untuk finis di empat besar Premier League masih kesulitan.

Sedang Chelsea justru tampil meyakinkan di liga. Mereka sudah memimpin klasemen sejak pekan ke-11 dan belum tersentuh sampai saat ini. Mereka juga berpeluang meraih trofi Piala FA, dengan sudah melangkah ke final untuk menghadapi Arsenal.

“Saya rasa musim ini sangat penting untuk memahami bahwa tidak selalu siapa yang menghabiskan uang lebih banyak yang menang,” ujar Conte dikutip Telegraph.

“Kalau tidak begitu, di liga ini, tim yang disebut kandidat juara bukanlah Chelsea atau Tottenham atau Arsenal atau Liverpool. Anda paham kan?” imbuhnya.

“Saya rasa di setiap situasi, penting untuk menemukan keseimbangan yang pas. Kalau harus menggelontorkan uang, coba gunakan uang itu dengan cara yang tepat untuk mengambil pemain-pemain dengan karakter tepat untuk ide sepakbola Anda,” tandasnya.

Chelsea Fit dan Siap Tempur Untuk Menjamu Southampton

Chelsea Fit dan Siap Tempur Untuk Menjamu Southampton

Chelsea Fit dan Siap Tempur Untuk Menjamu Southampton

Antonio Conte menegaskan bahwa pemainnya dalam kondisi bugar untuk menghadapi Southampton. Termasuk bek Gary Cahill, yang absen di Piala FA.

Chelsea akan menjalani pertandingan ke-33 mereka di Liga Primer Inggris pada Rabu (26/4/2017) dinihari WIB, di Stamford Bridge, dengan menjamu Southampton.

Jelang laga menghadapai tim peringkat kesembilan ini, Conte mengakui bahwa pemainnya sudah dalam kondisi bugar pasca menghadapai Tottenham Hotspur di semifinal Piala FA, Sabtu (22/4/2017).

Cahill, yang di laga tersebut absen karena cedera sudah ikut latihan. Dengan pemain yang komplet, Conte ingin timnya bisa menampilkan performa yang bagus lawan Soton.

“Gary kemarin berlatih bersama kami dan juga hari ini. Saya ingin berbicara dengannya sebelum saya mengambil keputusan besok. Saya sangat senang jika dia mampu tampil besok,” kata Conte seperti dilansir situs resmi klub.

“Saya punya waktu untuk menentukan susunan pemain terbaik saya, tapi semua pemain dalam kondisi bagus, dan pastinya besok saya berharap bisa melihat performa bagus dari semua pemain saya,” sambungnya.

“Penting bagi kami untuk menang dan melihat diri kami sendiri, tapi kita semua tahu bahwa besok tidak akan mudah karena Southampton adalah tim yang sangat bagus dengan pelatih dan pemain bagus,” kata manajer asal Italia itu.

Leicester Tak Terganggu Kemenangan Arsenal di Piala FA

Leicester Tak Terganggu Kemenangan Arsenal di Piala FA

Leicester Tak Terganggu Kemenangan Arsenal di Piala FA

Leicester City tak terganggu dengan kemenangan Arsenal di Piala FA. Sejak awal, sang manajer Craig Shakespeare memang berfokus diri-sendiri, bukan tim lawan.

Leicester akan meneruskan perburuan poin di Premier League dengan bertandang ke markas Arsenal di Emirates Stadium, Kamis (27/4/2017) dinihari WIB. Si Rubah menuju pertandingan itu dengan kondisi kurang sip.

The Foxes baru saja tersingkir dari Liga Champions usai kalah agregat 1-2 dari Atletico Madrid. Mereka juga berpotensi tak bisa menurunkan sang kapten Wes Morgan yang ceera hamstring, Islam Slimani dan Papy Mendy yang harus menjalani operasi engkel dalam laga tersebut.

Di sisi lain, Arsenal telah mendapatkan obat usai rentetan hasil-hasil kurang oke belakangan ini hingga tercecer di urutan ketujuh tabel. The Gunners baru saja menuai kemenangan 2-1 atas Mancehster City dan memastikan tempat di final Piala FA.

“Melihat pertandingan Arsenal tak mengacaukan saya. Para pemain Arsenal memang menunjukkan perlawanan dan mereka layak menang pada akhirnya,” tutur Shakespeare seperti dikutip Talksport.

“Saya belum tahu rencana apa yang akan disuguhkan mereka pada Rabu malam nanti. Apakah mereka akan melakukan rotasi atau tidak. Mereka memiliki kedalaman yang bagus dalam skuat.

“Saya beri ultimatum kepada para pemain agar kami yakin kalau kami siap tempur dan bisa menyuguhkan permainan terbaik kami,” ujar dia.

Kesedihan Conte Dengar Fabregas Nasihati Hazard agar Lebih Egois

Kesedihan Conte Dengar Fabregas Nasihati Hazard agar Lebih Egois

Kesedihan Conte Dengar Fabregas Nasihati Hazard agar Lebih Egois

Cesc Fabregas percaya Eden Hazard bisa naik level jika lebih egois dalam permainan. Hal itu bikin Manajer Chelsea Antonio Conte sedih.

Hazard mencetak satu gol kala Chelsea menumbangkan Tottenham Hotspur 4-2 di semifinal Piala FA akhir pekan kemarin. Hasil itu mendekatkan Chelsea ke gelar ganda di akhir musim nanti, dengan berpeluang mengawinkan titel Piala FA dengan Premier League.

Musim ini, Hazard sendiri sudah menjadi instrumen penting dalam permainan The Blues. Dia mencetak 15 gol dan tujuh assist dalam 36 penampilan.

Nah, usai laga melawan Spurs, Fabregas melontarkan pujian ke Hazard, menyebutnya hanya kalah dari Lionel Messi secara kemampuan. Tapi Hazard diyakininya bisa mencapai level Messi andai menambahkan sedikit sikap egois dalam permainannya.

“Saya sudah bilang padanya berkali-kali, dia terkadang perlu egois dan lebih punya insting membunuh untuk mencetak gol lebih banyak,” ujar Fabregas yang merupakan rekan setim Messi di Barca pada 2011-2014, dikutip ESPN.

Tapi rupanya saran Fabregas itu membuat Conte tak senang. Manajer asal Italia itu secara tegas tak sepakat dengan pandangan Fabregas, bahkan menyatakan lebih rela kalah ketimbang punya pemain-pemain egois.

“Tidak, jelas tidak (sepakat). Saya tidak merasa bahwa seorang pemain seperti Messi itu pemain yang egois. Target pertama setiap sosok juara yang hebat itu bermain untuk tim dan menempatkan talentanya untuk tim,” kata Conte dikutip Soccerway.

“Karena para pemain terbaik tidak ada tanpa timnya. Bagi saya, menyedihkan ketika saya mendengar hal ini, bahwa satu pemain harus lebih egois untuk mencapai level top.”

“Menyedihkan karena itu bukanlah ide sepakbola saya. Saya tidak akan pernah memahami ini, tidak akan pernah. Di tim saya, saya tak mau pemain yang egois.”

“Saya akan lebih memilih kalah pertandingan ketimbang punya pemain yang egois. Saya tak mau itu dan tak bisa menerimanya, dan saya tak mau itu ada di klub saya,” tambahnya.

Arsenal Takkan Kecewa Jika Gagal Finis Empat Besar

Arsenal Takkan Kecewa Jika Gagal Finis Empat Besar

Arsenal tinggal selangkah lagi menjuarai Piala FA. Namun, kalau Arsenal gagal finis empat besar maka tetap ada kekecewaan besar di balik sukses tersebut.

Pandangan tersebut diutarakan kiper Arsenal, Petr Cech. Cech membantu timnya mengalahkan Manchester City dengan skor 2-1 dalam laga semifinal yang berlangsung sampai perpanjangan waktu, Minggu (23/4/2017).

Di partai puncak, The Gunners akan berjumpa rival sekotanya Chelsea, yang di semifinal lainnya melewati Tottenham Hotspur 4-2. Duel tersebut akan dilangsungkan di Wembley pada 27 Mei mendatang.

Kalau Arsenal berhasil menjadi kampiun, maka mereka akan meraih titel Piala FA ke-13, melewati Manchester United untuk menjadi klub tersukses di kompetisi itu.

Akan tetapi, laju mulus Arsenal di Piala FA tidak sejalan dengan Premier League. Cech dkk. terlempar ke posisi tujuh dengan selisih tujuh poin dari Manchester City di urutan empat, tapi masih punya satu laga sisa dari rivalnya itu. Tak bisa dipungkiri, kans Arsenal tipis.

“Piala FA digelar akhir musim, jadi akan ada banyak kondisi sebelum kami bermain di final,” kata Cech di ESPN FC. “Target kami adalah finis setinggi mungkin.”

“Saat ini kami memiliki punya sisa pertandingan tapi situasi di liga sedikit rumit untuk kami. Kami hanya bisa dinilai dan diukur di akhir musim.”

“Kemudian kita lihat apa yang terjadi di final karena kalau Anda tidak lolos ke Liga Champions, maka hal itu akan menjadi sebuah kerugian besar dan kekecewaan besar,” tandas Cech.

Cech sudah memenangi Piala FA sebanyak empat kali pada 2006-07, 2008-09, 2009-10, dan 2011-12.

Sakho Bela Diri Terkait Perayaan Gol Christian Benteke

Sakho Bela Diri Terkait Perayaan Gol Christian Benteke

Sakho Bela Diri Terkait Perayaan Gol Christian Benteke

Mamadou Sakho membela diri terkait perayaan gol Christian Benteke saat Crystal Palace mengalahkan Liverpool. Sakho membantah tudingan tak respek pada Liverpool.

Palace comeback dari tertinggal untuk berbalik mempermalukan Liverpool di Anfield dengan skor 2-1, Minggu (23/4/2017). Di pertandingan itu, Sakho tidak bisa memperkuat Palace karena dia berstatus sebagai pemain pinjaman dari Liverpool. Namun, tetap berangkat bersama skuatnya untuk menyaksikan laga.

Philippe Coutinho membawa ‘Si Merah’ unggul lebih dulu lewat tendangan bebas di menit 24. Namun, Benteke mencetak dua gol balasan untuk melukai mantan timnya itu di menit 42 dan 72.

Setelah Palace mencetak gol-golnya, Benteke dan Sakho melakukan perayaan gol dengan berjabat tangan. Ini menjadi sorotan karena dianggap mengandung rasa dendam terhadap Liverpool, yang sudah “membuang” keduanya.

Terlebih lagi Sakho. Bek asal Prancis itu masih punya sisa kontrak dengan Liverpool sampai 2020.

“Ketika Christian mencetak gol, aku tetap di tempat duduk karena aku tidak ingin melakukan perayaan karena respek untuk klub yang memilikiku dan fans,” ungkap Sakho kepada Liverpool ECHO.

“Tapi ketika dia mendatangiku, aku berdiri dan melakukan apa yang kami biasa lakukan sebagai teman, bersalaman.

“Tidak ada maksud apapun di belakangnya, tidak ada artinya. Hanya dua orang teman yang bermain untuk tim yang sama dan memiliki tujuan yang sama, yaitu mendapatkan tiga angka di setiap pertandingan untuk memastikan tim tetap bertahan di Premier League,” lugas Sakho.

“Kalau kami tertinggal 0-2 dan Christian memperkecil skor, kami juga akan tetap melakukannya kalau dia mendatangiku.”