Category Archives: Liga Indonesia

Arema Kalahkan Bhayangkara FC 2-0

Arema Kalahkan Bhayangkara FC 2-0

Arema Kalahkan Bhayangkara FC 2-0

Kemenangan diraih Arema FC saat menjamu Bhayangkara FC dalam lanjutan Gojek Traveloka Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Minggu (23/4/2017) malam. Singo Edan menang dengan skor 2-0.

Arema yang tampil mendominasi pertandingan menang berkat gol Dedik Setiawan pada menit ke-18 dan Esteban Vizcarra pada menit ke-72.

Dedik membuka skor saat pertandingan memasuki menit ke-18. Dia menuntaskan umpan dari Adam Alis untuk menggetarkan gawang Bhayangkara FC yang dikawal oleh Wahyu Tri Nugroho.

Tak berselang lama, Vizcarra punya kans memperbesar keunggulan tim tuan rumah. Namun, tembakannya cuma mengenai tiang gawang.

Sementara itu, Bhayangkara mendapatkan kesempatan melalui kaki Jajang Mulyana. Namun, tembakan Jajang bisa diantisipasi oleh Kurnia Meiga.

Pada babak kedua, Bhayangkara mencoba tampil lebih agresif demi mencetak gol penyama. Namun, justru Arema yang berhasil menggandakan keunggulan melalui gol Vizcarra.

Berawal dari sepak pojok Pablo Pino, Vizcarra menyambar bola ke dalam gawang. Gol ini diprotes kubu Bhayangkara, yang menganggap Vizcarra mencetak gol dengan tangannya.

Di sisa waktu, tak ada gol tambahan tercipta. Arema pun meraih kemenangan pertamanya di Liga 1 dan untuk sementara mengoleksi empat poin dari dua laga. Sementara Bhayangkara FC tetap memiliki tiga poin.

Essien Tak Minta Macam-Macam dari Persib

Essien Tak Minta Macam-Macam dari Persib

Essien Tak Minta Macam-Macam dari Persib

Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mengatakan bahwa Michael Essien tidak meminta macam-macam dari timnya. Essien cuma menginginkan kolam renang.

Persib resmi mendatangkan Essien pada Selasa (14/3/2017). Gelandang asal Ghana diikat kontrak selama satu musim dengan opsi perpanjangan.

Meski Essien merupakan pemain bintang yang pernah membela tim-tim top dunia, dia tak menuntut perlakuan istimewa dari Persib. Hal inilah yang membuat Umuh terkesan.

“Dia orangnya tidak aneh-aneh ya. Saya suka, dia tidak minta diperlakukan khusus, pokoknya sama seperti pemain lain,” ujar Umuh kepada wartawan di Jakarta, Kamis (16/3/2017).

Umuh menambahkan, Essien hanya punya permintaan khusus soal fasilitas. Eks pemain Chelsea, Real Madrid, dan AC Milan itu ingin tingal di rumah atau apartemen yang ada kolam renangnya.

“Dia cuma minta rumah satu yang di kontrakan, dan ada kolam renangnya itu saja,” kata Umuh.

Selama berada di Bandung, Essien sempat diajak untuk melihat Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Ketika itu, pemain 34 tahun tersebut mengaku cukup kagum dengan stadion GBLA tersebut.

“Dia tanya kepada saya, stadion sebesar ini apakah penuh dengan suporter? Saya jawab, iya penuh. Apalagi di luar bisa mencapai 20 ribuan,” katanya.

Essien saat ini tengah kembali ke London untuk mengurus persoalan administrasi. Rencananya dia akan kembali ke Indonesia pada 25 Maret mendatang.

Timnas U-19 Gelar Pemusatan Latihan Tahap I pada 19 Maret

Timnas U-19 Gelar Pemusatan Latihan Tahap I pada 19 Maret

Timnas U-19 Gelar Pemusatan Latihan Tahap I pada 19 Maret

Timnas U-19 akan menggelar pemusatan latihan tahap pertama. Pelatih Indra Sjafri telah memanggil 35 pemain dari hasil seleksi yang telah dilakukan selama ini.

Timnas U-19 akan menghadapi Piala AFF pada September mendatang di Myanmar. Untuk mencari pemain, Indra telah blusukan ke berbagai daerah termasuk di tingkat Asprov, regional dan nasional.

Dari hasil seleksi tersebut, Indra mengantongi 75 nama yang akhirnya dikerucutkan menjadi 35 pemain. Mereka akan mengikuti pemusatan latihan mulai 19 Maret mendatang di Lapangan Atang Sutrisna, Cijantung, Jakarta Timur.

Pemusatan latihan tahap pertama ini akan berlangsung hingga tanggal 6 April mendatang. Setelah itu, Indra akan kedatangan 12 pemain Indonesia yang merumput di luar negeri dan bakal menyeleksi para pemain ini.

“Tahap pertama akan berlangsung sampai tanggal 6 April dan di tanggal 6 April hingga 10 April akan bergabung pemain Indonesia yang bermain di luar negeri untuk diseleksi,” ujar Indra Sjafri melalui rilis yang diterima detiksport, Rabu (15/3/2017).

Sebelumnya, PSSI memang telah memanggil 12 nama pemain Indonesia yang berada di luar negeri. Ke-12 pemain itu dijadwalkan tiba di tanah air pada awal bulan depan.

Ke-12 pemain tersebut adalah Sammuel Christianson (Spanyol), Syahrian Abimanyu (Spanyol), Nicholas Pambudi (Spanyol), Pancar Nur Widiantono (Spanyol), Adam Putra Firdaus (Spanyol), Excel Favour YT (Italia), Fidelis Kelby Timothy (Italia), Muhammad R Habibie (Italia), George Brown (Inggris), Jack Brown (Inggris), Charalamboss Elias David (Yunani) dan Andri Syahputra (Qatar).

PSSI Ajukan Tiga Stadion untuk Piala Asia U-19

PSSI Ajukan Tiga Stadion untuk Piala Asia U-19

PSSI Ajukan Tiga Stadion untuk Piala Asia U-19

PSSI telah mengajukan tiga stadion sebagai tuan rumah Piala Asia U-19 2018. AFC mulai menginspeksi untuk menilai kelayakan dari ketiga stadion tersebut.

Indonesia ditetapkan sebagai tuan rumah Piala Asia U-19 sejak beberapa waktu yang lalu. Untuk itu, PSSI bergerak cepat menentukan tiga stadion calon tuan rumah.

Ketiga stadion tersebut adalah Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di Bandung, Stadion Pakansari Cibinong, dan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta.

Pihak AFC sendiri sudah tiba di Jakarta. Mereka diwakili oleh Manajer Kompetisi Deng Xiao Long dan Guest Team Service Bawanie Thoraraju. Sementara dari PSSI oleh Hanif Thamrin Direktur Hubungan Internasional dan Media PSSI, Hanif Thamrin.

“Tiga stadion itu sudah kami pilih. Mulai besok, PSSI dan AFC akan melakukan inspeksi,” ujar Hanif.

Rencananya jadwal inspeksi akan dimulai dari stadion GBLA pada besok, Senin (13/3/2017), lalu Stadion Pakansari dan Stadion GBK. Nantinya, AFC akan menilai dari berbagai aspek, mulai dari fasilitas infrastuktur dan akses.

Usai melakukan verifikasi, lanjut Hanif, AFC yang akan menentukan waktu kapan pengumuman stadion mana yang dipilih sebagai tuan rumah Piala Asia U-19.

“Belum ada timetable dari AFC. Mereka baru akan melakukan inspeksi saja. Nanti mereka yang akan mengumumkannya, semua dari sana,” sambungnya.

Piala Asia U-19 direncanakan mulai 18 Oktober sampai 4 November 2018, setelah perhelatan Asian Games. Jika Indonesia lolos ke babak semifinal, maka tim ‘Merah-Putih’ berhak mendapatkan tiket melaju ke putaran final Piala Dunia U-20 2019.

Eduardo Perez Puas dengan Penampilan 6 Kiper yang Diseleksi

Eduardo Perez Puas dengan Penampilan 6 Kiper yang Diseleksi

Eduardo Perez Puas dengan Penampilan 6 Kiper yang Diseleksi

Pelatih kiper timnas Indonesia U-22, Eduardo Perez, puas dengan penampilan enam penjaga gawang yang dipanggil selama seleksi tahap pertama dan kedua.

Timnas U-22 sudah menjalani seleksi pemain hingga dua tahap, di mana hari terakhir digelar Kamis (2/3/2017) ini. Total sudah ada enam penjaga gawang yang dipanggil dalam seleksi tahap pertama dan kedua.

Mereka adalah Kurniawan Kartika Aji, Rully Destrian, Muhammad Riyandi, Dicky Indriyana, Satria tama Hardianto, dan Ravi Murdianto. Kartika Aji satu-satunya kiper yang dipanggil dua kali.

Selama menjalani latihan, setiap penjaga gawang memang digeber secara khusus oleh Eduardo Perez. Bahkan, mereka juga sempat melakukan latihan terpisah.

Dalam latihan tersebut, Eduardo memberikan materi latihan teknik mulai dari menangkap bola, menepis, memblok lawan dan mempersempit ruang tembak.

“Sebagai pelatih kiper, saya senang dan puas dengan enam kiper yang kami panggil. Sampai saat ini saya senang dengan kiper yang ada di Indonesia,” ujar Eduardo.

Namun demikian, Eduardo belum bisa memutuskan siapa kiper yang akan dia pilih. Sebab, untuk seleksi tahap terakhir, dia mengaku belum mengetahui apakah bakal memanggil penjaga gawang baru lagi atau tidak.

“Namun kami belum mempunyai list final, mungkin setelah diputuskan baru kami akan latihan lebih spesifik lagi untuk meningkatkan kualitas,” katanya.

“Kami belum tahu untuk seleksi depan. Kami akan menilai dalam beberapa hari ke depan, dengan melihat video,” tambahnya.

Madura United Akhiri Babak Grup dengan Kemenangan

Madura United Akhiri Babak Grup dengan Kemenangan

Madura United Akhiri Babak Grup dengan Kemenangan

Kemenangan tipis diraih Madura United di laga terakhir babak grup Piala Presiden 2017. Menghadapi PSCS Cilacap, Madura United memenangi laga dengan skor 1-0.

Melakoni laga Grup 5 di Stadion Ratu Pamelingan, Pamekasa, Minggu (19/2/2017), kemenangan Madura United ditentukan oleh Luiz Junior. Gol tersebut dibuat Luiz Junior di menit 48.

Dengan kemenangan ini, Madura United finis sebagai runner-up grup usai mengoleksi enam poin dalam tiga pertandingan. Mereka mendampingi Semen Padang yang lolos sebagai juara grup dengan nilai sembilan ke babak berikutnya.

Kedua tim saling menyerang sejak awal pertandingan. PSCS memulai inisiatf serangan setelah Galih Akbar Febrian melepaskan tembakan dari luar kotak penalti meski masih melenceng. Serangan berikutnya dari Ugiek Sugiyanto juga belum merepotkan Madura United.

Setelah dalam tekanan, Madura United merespons dengan tembakan Luis Junior, usai meneruskan umpan Greg Nwokolo. Meski begitu, serangan Madura United masih menghadapi solidnya pertahanan PSCS.

Usai turun minum, kebuntuan terpecah. Madura United membuka keunggulan dua menit setelah kickoff babak kedua lewat Luiz Junior, lewat tembakan kaki kiri.

Momentum coba diteruskan Madura United dengan terus melakukan tekanan. Dane Milovanovic dan Bayu Gatra melepaskan tembakan yang belum menemui sasaran.

Di sisi lain, PSCS sendiri menciptakan sebuah peluang bagus lewat Oh Ju-ho dari jarak dekat yang melambung. Setelahnya sepakan Redouane Zerzouri menghantam mistar gawang Madura United, bola rebound pun gagal dimaksimalkan.

Sampai pertandingan berakhir, PSCS gagal menciptakan gol balasan sehingga Madura United berhak atas kemenangan 1-0.

Mitra Kukar Blank di 55 Menit Pertama

Mitra Kukar 'Blank' di 55 Menit Pertama

Mitra Kukar 'Blank' di 55 Menit Pertama

Mitra Kukar sempat kebobolan tiga gol lebih dulu sebelum mampu memaksakan hasil seri 3-3 melawan PSS Sleman. Hal itu disebabkan karena Mitra Kukar kurang fokus.

Melakoni laga Grup 1 di Stadion Maguwoharjo, Kamis (9/2/2017), PSS mengawali dengan kencang. Imam Bagus membuka keunggulan tim tuan rumah di menit 16, yang diperbesar Risky Novriansyah di menit 60 dan 66.

Ketinggalan tiga gol bukan berarti tamat bagi Mitra Kukar. Tim berjuluk Naga Mekes ini mendapatkan ritme permainannya kembali dengan langsung mencetak dua gol balasan kilat dari Aldino Herdianto di menit 67 dan Jorge Gotor dua menit kemudian.

Setelah menggempur habis PSS, Mitra Kukar akhirnya comeback. Di penghujung laga, Aldino Herdianto membuat gol ketiga yang menghindarkan timnya dari kekalahan.

“Anak-anak blank di 55 menit awal,” ungkap pelatih Mitra Kukar Jafri Sastra.┬á“Skema dan sentuhan bola tak terlihat. Sebaliknya PSS main bagus dengan counter attack yang membuat pertahanan kami goyah dan kebobolan tiga gol.”

“Tapi beruntung anak-anak bisa kembali di sisa laga dan membalas 3 gol. Kami masih optimis mampu untuk lolos ke babak berikutnya.”

Di seberang kubu, PSS layak meratapi hasil ini. Menurut sang pelatih Freddy Muli, hasil imbang disebabkan karena PSS terlena dengan keunggulan besar.

“Skema berjalan dengan counter attack dan berguah tiga gol. Tapi pemain terlalu cepat puas. Dua gol awal Mitra Kukar melalui proses yang sama, tapi gol ketiga harusnya tak terjadi,” kata Freddy.

“Tapi memang materi soal defense belum semua diberikan, kami masih fokus pada serangan. Berbeda dengan Mitra Kukar, kami hanya punya waktu persiapan yang sempit,” ucap dia.

Di laga grup terakhir, PSS akan menghadapi Persegres Gresik United pada 15 Februari. Sedangkan Mitra Kukar menantang Persipura Jayapura.

Luis Milla Gelar Tiga Seleksi Untuk Cari Pemain

Luis Milla Gelar Tiga Seleksi Untuk Cari Pemain

Luis Milla Gelar Tiga Seleksi Untuk Cari Pemain

Pelatih timnas Indonesia Luis Milla akan langsung bekerja membentuk tim yang diproyeksikan di SEA Games 2017. Dia bakal menggelar seleksi pemain sebanyak tiga kali.

Luis Milla telah kembali ke Indonesia. Dia langsung memboyong dua asisten pelatihnya dari Spanyol yaitu Eduardo Perez dan Miguel Gandia.

Tugas pertama Milla adalah dia akan lebih dulu memantau langsung sejumlah pemain di ajang Piala Presiden 2017. Rencananya, dia bakal menonton laga fase grup di Bali dan Malang.

Milla menjelaskan bahwa akan ada tiga tahap seleksi yang dilakukannya. Seleksi tahap pertama digelar pada 22-24 Februari dengan memanggil 25 pemain berdasarkan daftar yang direkomendasikan oleh PSSI.

“Kami akan memanggil 22 pemain dan tiga kiper. Setelah itu, tiga hari selanjutnya kami membuka seleksi bagi siapa pun pemain yang mau dan memiliki kemampuan,” ujar Milla di Kantor PSSI, Kuningan, Jakarta, Kamis (9/2/2017).

“Lalu seleksi tahap kedua seminggu kemudian setelahnya. Seleksi kedua berdasarkan pemain yang saya dapatkan dari observasi saya sendiri,” katanya.

Seleksi ketiga pun dijadwalkan pada beberapa pekan setelah seleksi tahap kedua selesai. Namun jadwalnya belum ditentukan.

“Sepertinya setelah dua kali, ada satu kali lagi seleksi,” timpal asisten pelatih Bima Sakti.

Namun demikian, Milla menegaskan selain mencari pemain yang memiliki skill, dia ingin pemain-pemain itu memiliki disiplin tinggi dan menghargai nilai-nilai kebersamaan tim.

“Kami akan bermain dengan kompetensi, kompetensi yang baik antar pemain,” kata Milla menambahkan.

Pelepasan Milomir Pasca Arema Cronus Ganti Nama

Pelepasan Milomir Pasca Arema Cronus Ganti Nama

Pelepasan Milomir Pasca Arema Cronus Ganti Nama

Arema Cronus telah resmi berganti nama menjadi Arema FC. Mereka juga memutuskan untuk melepas Milomir Seslija sebagai pelatih kepala.

Keputusan tersebut diambil setelah Arema melakukan rapat evaluasi, menyusulnya selesainya Torabika Soccer Championship (TSC) 2016. Arema menutup TSC dengan berada di peringkat dua dan Persipura Jayapura menjadi juara.

General Manajer Arema, Ruddy Widodo mengatakan alasan memilih nama Arema FC karena berdasarkan hasil voting yang selama ini telah dilakukan. Dia berharap dengan nama baru itu bisa membawa keberuntungan bagi timnya.

“Nama ini yang akhirnya kami pilih. Selanjutnya kami akan melaporkan kepada PSSI,” ujar Ruddy Widodo.

Di sisi lain, setelah melakukan pembicaraan Arema memutuskan untuk tak lagi menggunakan jasa Milomor Seslija sebagai pelatih. Untuk menggantikannya, Ruddy menyebut akan segera mencari arsitek baru.

“Kami sangat berterima kasih dengan dedikasinya selama ini. Mungkin kami belum berjodoh,” katanya.

Milo memang telah gagal membawa Arema juara TSC. Namun pelatih asal Bosnia itu sempat memberikan dua gelar juara bagi ‘Singo Edan’ yaitu juara Bali Island Cup dan Bhayangkara Cup pada awal 2016 lalu.

Kabarnya, alasan Arema tak memperpanjang kontrak Milo karena tidak adanya kesepakatan nilai kontrak. Milo disebut-disebut menginginkan kenaikan kontrak.